Berita

kementian pertanian

Bisnis

Pemotongan Anggaran Kementan Nggak Boleh Korbankan Petani

KAMIS, 30 MEI 2013 | 09:00 WIB

. Pemangkasan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai bagian dari penghematan pemerintah untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), akan berdampak pada program swasembada pangan.

Anggota Komisi VI DPR Hardi Soesilo menilai, langkah Kementan memangkas belanja modal seperti cetak baru sawah, pembibitan dan pembangunan irigasi, akan merugikan petani. Langkah ini bakal membuat masyarakat yang bekerja di sektor agraris merasa tidak mendapat jaminan berusaha.

“Petani menanyakan kalau kesejahteraan mereka tidak terjamin, mereka juga enggan menanam sesuatu. Saya pikir jangan bantuan sosial dikurangi. Kalau anggaran dipotong, bagaimana mungkin bisa swasembada pangan tercapai,” ujarnya di dalam rapat kerja dengan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono di DPR, kemarin.


Anggota Komisi IV Fraksi PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, pemotongan anggaran tidak akan mengurangi beban negara. Malah, imbas buruk bakal lebih besar karena masalah utamanya adalah kenaikan harga BBM.

Sektor pertanian akan turut terkena dampak kenaikan harga BBM, khususnya solar yang banyak digunakan untuk mesin giling, traktor dan truk untuk distribusi hasil panen.

Dibanding mengutak-atik anggaran, Mentan Suswono diingatkan segera menetapkan harga pokok pembelian (HPP) komoditas penting seperti padi, tebu dan kedelai.

Dalam penjelasannya, Mentan Suswono siap mengikuti rencana pemerintah menghemat anggaran melalui pembahasan APBN Perubahan. Pihaknya diminta menghemat anggaran tahun ini sebesar Rp 1,4 triliun.

Suswono mengungkapkan, pos-pos yang paling banyak dipangkas anggarannya adalah belanja barang non operasional dan perjalanan dinas. Beberapa pos belanja strategis juga turut disunat. Misalnya program peningkatan produktivitas lahan padi, cetak sawah baru, bantuan benih kopi ke daerah serta pengembangan kawasan sentra buah-buahan. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya