Berita

Jeruk Medan

Bisnis

Pantas, Harga Jeruk Medan Lebih Mahal Dari Jeruk Impor

Terkena 14 Pungli Dalam Distribusinya
RABU, 29 MEI 2013 | 10:00 WIB

Produk lokal kalah bersaing dengan barang impor itu sudah biasa. Tapi, salah satu biang keladi mahalnya produk dalam negeri dibanding barang impor adalah berbagai macam pajak dan retribusi yang dibebankan pemerintah daerah kepada dunia bisnis.

Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng menjelaskan, setidaknya pedagang harus melalui 14 titik dalam mendistribusikan barangnya ke daerah.

“Jeruk Medan yang selama ini kita konsumsi di Jakarta itu perlu melewati 14 titik untuk mengurus administrasi dan juga pungutan-pungutan lainnya. Jangan heran kalau harga jeruk Medan lebih mahal dari jeruk impor,” ujarnya.


Endi menjelaskan, 60 persen permasalahan perdagangan antar daerah yaitu masalah pajak, retribusi dan administrasi. Hal ini menandakan urusan birokrasi telah menghambat jalur distribusi barang ke daerah.

Padahal, Indonesia merupakan satu kesatuan wilayah yang seharusnya untuk urusan ekonomi perdagangan perlu dilakukan secara bebas. Untuk itu, Endi meminta agar otonomi daerah yang merupakan hak setiap daerah mengatur retribusi pajak perlu diatur.

Selain itu, dia juga menyayangkan keseriusan pemerintah terhadap perdagangan antar daerah. Pasalnya, dalam Undang-Undang Perdagangan yang saat ini tengah dibahas DPR tidak menjelaskan secara rinci mengenai perdagangan antar daerah.

“RUU Perdagangan didominasi aturan perdagangan internasional, seakan-akan dagang itu hanya internasional saja,” keluhnya.
Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance  (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, barang-barang impor memang lebih laku di Indonesia karena transportasi dalam distribusinya lebih mudah dan murah ketimbang barang-barang hasil perdagangan antar daerah atau pulau di Indonesia.

“Itu dilihat cost per unitnya memang lebih murah jadinya, impor itu bisa efisien. Apalagi sarana dan prasarana yang disediakan si eksportir dari luar negeri itu lebih memadai daripada infrastruktur dalam negeri yang lemah,” katanya.

Anggota Komisi VI DPR Ferari Romawi berpendapat, yang membuat daya saing produk Indonesia lemah dikarenakan buruknya infrastruktur yang tersedia di Indonesia serta tidak adanya kepastian hukum di daerah akibatnya impor menjadi pilihan karena dinilai lebih efisien.

 â€œBirokrasi yang ada di Indonesia cukup panjang, makanya itu menjadi tugas yang harus diselesaikan bersama agar daya saing produk Indonesia semakin baik. Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, ketimbang saling menyalahkan,” ungkapnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya