Eks menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault menampik tegas kabar bahwa dirinya menjadi calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN). Tokoh muda itu bahkan mempersilakan untuk mengeceknya langsung ke daftar caleg sementara.
"Saya belum terdaftar di partai manapun. Teman-teman kira saya di PAN, kira saya di Hanura. Bahkan di PKS pun saya tidak pernah menjabat pengurus," katanya kepada wartawan di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Senin (27/5).
Meski diakuinya bersahabat lama dengan Hatta Rajasa, bukan berarti dirinya bergabung ke partai berlambang matahari terbit itu. Ia mengungkapkan memang pernah ditawari pegang jabatan sebagai Ketua DPD PAN DKI. Namun tawaran itu tegas ditolaknya.
Begitu pula oleh Wiranto, ajakan bergabung ke Hanura pernah ditawari kepadanya. Malahan Prabowo Subianto sendiri juga sempat memintanya masuk dalam jajaran majelis Dewan Pakar Gerindra. Lagi-lagi ia memilih tetap berada di luar parpol dulu. Sedangkan kabar keterkaitannya dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kata Adhyaksa meluruskan, dirinya hanyalah kader profesional bukan kader inti. Di PKS itu kader inti harus melalui kaderisasi hingga akhirnya diba'iat.
Mantan Ketua Umum DPP KNPI ini lalu menceritakan, begitu berhenti jadi menteri pada tahun 2009 silam, dirinya kemudian menjabat Komisaris Independen PT BRI Tbk hingga sekarang. Kesibukannya selain itu juga diisi menulis beberapa buku, terbitan terakhirnya berjudul "Menghadang Negara Gagal". Ia juga kini sibuk mengajar program doktor di Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Diponegoro Semarang.
"Suatu saat saya memang harus berpartai, tapi enggak sekarang," tegasnya.
Seperti diketahui, kabar Adhyaksa Dault telah menjadi caleg PAN terlontar langsung dari Viva Yoga Mauladi. Menurut Viva, pencalonan Adhyaksa itu melalui PAN bukanlah informasi baru. Sebab, Adhyaksa memang sudah lama hengkang dari PKS dan menjadi kader partai yang dipimpin Hatta Radjasa.
"Iya benar. Pak Adhyaksa Caleg PAN dari Dapil DKI Jakarta,†ujar Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI saat dijumpai di Galery Cafe, Cikini, Jakarta, Rabu (17/4).
[wid]