Berita

ilustrasi

Bisnis

Pemerintah Mau Tutup Defisit Dengan Utang Baru Rp 233 T

DPR Minta Dilakukan Audit Investigasi Guna Cegah Pemborosan
SABTU, 25 MEI 2013 | 09:11 WIB

Rencana pemerintah menambah utang baru Rp 233,7 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menutup defisit anggaran menunai kritik.

Pemerintah telah menyampaikan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR akan terjadi lonjakan defisit anggaran tahun ini dari Rp 172,8 triliun menjadi Rp 233,7 triliun atau 2,48 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Untuk menalangi defisit itu, pemerintah akan menutup dengan utang baru. Dalam APBN Perubahan pemerintah menargetkan penerimaan negara Rp 1.488,3 triliun.


Sementara belanja negara Rp 1.722 triliun yang di dalamnya terdapat subsidi energi untuk listrik dan BBM senilai Rp 209,9 triliun. Padahal hingga April 2013, utang pemerintah bertambah Rp 48 triliun menjadi Rp 2.023,72 triliun.

“Pemerintah akan sulit menyelesaikan pembayaran utang yang saat ini sudah mencapai Rp 2.000-an triliun. Penarikan utang baru akan menjadi kurang bermanfaat di tengah penyerapan anggaran yang masih buruk,” ujar anggota Banggar DPR Farry DJ Francis.

Menurutnya, kesalahan besar jika utang-utang baru yang digunakan untuk membiayai pembangunan dianggap peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Hal ini semakin diperparah dengan praktik pemborosan pada proyek-proyek yang tidak prioritas, tidak produktif dan terjadinya kebocoran anggaran yang sangat besar.

“Dalam konteks semacam ini, penambahan utang baru hanya memberi peluang bagi praktik penyelewengan di tingkat pengelola proyek utang,” tutur politisi Gerindra itu.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengusulkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigasi atau audit performance terhadap utang pemerintah. Audit akan menilai wajar atau tidaknya utang-utang itu.

Menurut Harry, audit juga diperlukan untuk memastikan produktif atau tidaknya utang pemerintah. Apalagi saat ini beban utang Indonesia sudah mencapai Rp 2.000-an triliun.

Dia mengaku selama ini DPR dan pemerintah belum pernah serius membahas soal utang. DPR tidak punya peta karena pemerintah tidak menyuguhkan data riil soal utang. Jika dilihat dari perbandingan utang dengan PDB, pemerintah memang masih sanggup membayarnya. Namun, sumber pembayarannya masih tergantung sama pajak, sementara penerimaan pajak terus turun.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa optimistis pemerintah dapat membayar utangnya yang mencapai Rp 2000-an triliun. Titik aman rasio utang terhadap gross domestic product (GDP) adalah 60 persen. Sedangkan Indonesia sampai akhir 2012 memiliki rasio sekitar 24 persen.  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya