Berita

ilustrasi, runtuhnya terowongan tambang emas Freeport

Bisnis

Wamen ESDM Pastikan Renegosiasi Dengan Freeport Jalan Terus

Terowongan Tambang Emas Runtuh
KAMIS, 23 MEI 2013 | 09:01 WIB

Musibah runtuhnya terowongan tambang emas Freeport di Papua tidak memengaruhi proses renegosiasi pemerintah dengan PT Freeport Indonesia. Poin yang dibahas dalam proses renegosiasi tersebut tidak akan berbeda dengan perusahaan lain.

“Proses renegosiasi sudah ketentuan undang-undang dan tidak ada kaitannya dengan musibah longsor,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo di Jakarta, kemarin.

Menurut Susilo, renegosiasi kontrak berlaku bagi semua perusahaan, apalagi saat ini ada ribuan perusahaan yang bergerak di Indonesia.


Susilo mengatakan, ada enam isu yang menyangkut renegosiasi, yakni luas wilayah, penerimaan negara, perpajakan, investasi, lokasi dan konten. Sementara kejadian di Freeport adalah murni musibah, sehingga akan dilakukan investigasi.

Dia mengimbau, dalam musibah tersebut jangan sampai ada konotasi kesengajaan karena menyangkut keselamatan nyawa.

“Janganlah urusan keselamatan dijadikan daya tawar untuk investasi. Kita tidak akan tawar menawar kan tentang keselamatan,” tukasnya.

Direktur Utama PT Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto mengatakan, pihaknya masih menghentikan seluruh kegiatan produksi. “Kami belum pikirkan kapan untuk mulai kegiatan kembali. Kami fokus penanganan insiden ini dahulu,” katanya.

Menurut dia, Freeport memproduksi 220.000 ton bijih per hari yang 140.000 ton berasal dari tambang terbuka dan 80.000 ton dari bawah tanah.  

Dengan berhentinya operasional selama masa pencarian, menurut Rozik, diperkirakan perseroan merugi 1,76 juta ton sejak 15 Mei 2013. Kendati begitu, perseroan tetap memprioritaskan evakuasi dan penyelamatan para korban serta investigasi lebih lanjut. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya