Berita

PT PLN (Persero)

Bisnis

PLN Genjot Nilai Investasi Indonesia Timur Rp 4,3 T

Targetkan Rasio Elektrifikasi 78 Persen
RABU, 22 MEI 2013 | 09:15 WIB

PT PLN (Persero) menargetkan rasio elektrifikasi (RE) di wilayah Indonesia bagian timur 78 persen. Target ini naik dibanding realisasi tahun lalu 65 persen.

Direktur Operasional Indonesia Timur PLN Vickner Sinaga mengatakan, target ini bisa tercapai dengan mengoptimalkan pembangunan jaringan serta pembangkit listrik tenaga energi non BBM, di antaranya tenaga surya, mikro hidro, biomassa dan biodiesel.

“Pemakaian energi BBM masih 50 persen untuk pembangkit listrik, tahun ini diturunkan menjadi 39-40 persen,” ujar Vickner.


Menurutnya, jika RE 78 persen tercapai di akhir tahun ini, maka porsinya sama dengan RE secara nasional. Pada 2010, di Indonesia bagian timur mencapai 49 persen.

Vickner mengungkapkan, untuk mendorong pembangunan infrastruktur jaringan listrik, PLN menaikkan pertumbuhan investasi hingga 15 persen dibanding tahun lalu. “Nilai investasi pembangkit, jaringan dan energi terbarukan untuk wilayah timur Indonesia tahun ini mencapai Rp 4,3 triliun,” tuturnya.

Sekitar Rp 2,6 triliun di antaranya untuk penyambungan baru 1 juta pelanggan. Sisanya Rp 1,7 triliun untuk energi terbarukan dan operasional/perawatan. Saat ini jumlah pelanggan PLN di Indonesia bagian timur mencapai 41 juta pelanggan. Tahun ini ditargetkan 1 juta pelanggan baru.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN  Nur Pamudji menargetkan peningkatan RE Indonesia dari kisaran 78 persen setelah ada kesepakatan bersama dengan pemerintah (Service Level Agreement/SLA) untuk mencapai kebijakan subsidi listrik yang sehat dan berkeadilan.

“Kami menargetkan dari 78 persen menjadi 90 persen rasio elektrifikasi,” katanya.

Menurutnya, kesepakatan ini akan mendukung kinerja PLN dengan Kementerian/Lembaga sesuai tugas dan pokok aksi masing-masing.

Nur mencontohkan, masalah perizinan yang selama ini masih menghambat pembangunan pembangkit listrik diharapkan akan selesai melalui kerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Dimana-mana problem berakar di pembebasan tanah. Kalau soal itu kita hanya bisa bekerja sama BPN, karena mereka yang harus clear and clean sertifikatnya, agar pembangunannya terlaksana,” ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya