Berita

ilustrasi

Bisnis

Seminar Apkasi Disamperin Investor, Ekonomi Bisa Tumbuh 6,5%

SENIN, 20 MEI 2013 | 08:41 WIB

Ajang Pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) International Trade and Investment Summit (AITIS) 2013 yang memperlihatkan berbagai potensi dan kesempatan untuk berinvestasi dari berbagai pelosok daerah di Indonesia dinilai merupakan strategi paling tepat untuk mempublikasikan produk lokal ke investor asing. Diharapkan ajang ini juga menjadi pendorong program infrastruktur seperti tertuang dalam master plan percepatan dan perluasan perekonomian Indonesia atau MP3I.

“Saya bangga Apkasi berhasil menghadirkan seluruh potensi kabupaten di Indonesia, terutama yang dipamerkan dalam event ini adalah semuanya produk asli Indonesia,” cetus Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan saat menutup AITIS di Jakarta Internasional Expo, Jumat malam (17/5).

Dia menilai, kegiatan ini berhasil karena telah menghasilkan berbagai transaksi bisnis, kegiatan usaha, kerja sama (Mou) yang dilakukan, serta komunikasi yang terjalin antara para pelaku usaha dengan daerah. “Inilah yang dicapai oleh AITIS ini. Ini namanya menjemput bola, dari pengusaha di daerah memperkenalkan langsung kepada para investor luar negeri maupun dalam negeri,” ujar dia.


Ditekankan jika event ini rutin dilaksanakan, dengan potensi daerah dan dukungan dari Apkasi, dirinya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai paling tidak 6,5 persen lagi. Dengan harapan, acara ini dapat menjadi ajang bertemu dan bertukar informasi antara Investor dan daerah.
 
Ketua Umum Apkasi Isran Noor mengungkapkan, kegiatan ini merupakan implementasi peran dan fungsi Apkasi sebagai mitra pemerintah dalam mensukseskan MP3I. “Kami berharap kegiatan AITIS yang merupakan program kerja tahunan ini dapat menjadi momentum yang akan dimanfaatkan oleh anggota Apkasi dan pendukung lainnya, sebagai sarana promosi perdagangan dan investasi nasional,” ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Utama Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto mengatakan, meningkatnya suhu politik menjelang pemilu 2014 merupakan dinamika yang perlu dicermati oleh pelaku usaha dan para investor. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya