Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Anggaran Converter Kit Disunat Rp 50 M

Program Konversi BBM Ke Gas Dinilai Tidak Serius
JUMAT, 17 MEI 2013 | 08:01 WIB

Rencana pemerintah melakukan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas kelihatannya hanya wacana. Sebab, anggaran untuk itu kembali disunat sebesar Rp 50 miliar. Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan, anggaran untuk pengadaan converter kit atau alat konversi bahan bakar gas (BBG), salah satu pos yang terkena pemotongan belanja dari kementerian/lembaga (K/L).

“Anggarannya berkurang, dari Rp 250 miliar berkurang Rp 50 miliar,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Hidayat menjelaskan, pemotongan anggaran converter kit dilakukan karena masih banyak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) belum siap memasang dan menyiapkan peralatan infrastruktur pendukung.


“Kita mengatur anggarannya berdasarkan kesiapan SPBU. Saat ini dikembalikan untuk pemotongan, nanti tahun depan kita ambil lagi,” ucapnya.

Secara keseluruhan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkena pemotongan belanja Rp 183 miliar dan sebagian penghematan tersebut merupakan belanja untuk pemerintah daerah yang masih bisa ditunda pemanfaatannya.

Menurut Hidayat, pemerintah saat ini berencana menghemat anggaran hingga Rp 24 triliun. Untuk itu, kementerian/lembaga diminta melakukan penghematan dari berbagai sisi. Pasalnya, hampir semua kementerian/lembaga anggarannya dipangkas.

Wakil Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegero mengatakan, pemotongan anggaran untuk converter kit memperlihatkan pemerintah tidak serius melakukan konversi BBM ke gas. “Apalagi, hingga kini tidak ada cetak biru dari program konversi itu,” ujarnya.

Komaidi menilai, program BBG bukan sekadar pengadaan converter kit gratis dan pembangunan SPBG. Ini juga menyangkut insentif, kebijakan harga, kontinuitas bengkel perawatan dan koordinasi dengan industri otomotif dan pemerintah daerah.

Untuk diketahui, dalam APBN 2013 anggaran untuk konversi BBM ke BBG hanya Rp 447 miliar. Padahal, kebutuhan untuk pengadaan converter kit dan SPBG Rp 1,6 triliun. Untuk 2014, pemerintah menyediakan anggaran Rp 560 miliar untuk konversi BBM ke gas.

Rawan Bancakan Parpol

Anggota Komisi VII DPR Achmad Rilyadi mengatakan, anggaran penghematan dari kenaikan harga BBM rawan menjadi bancakan.

“Saya khawatir menjadi bancakan bersama. Apakah berupa proyek-proyek seperti proyek bantuan langsung tunai (BLT) dan lainnya,” kata Rilyadi.

Apalagi, lanjutnya, pemberian BLT itu dilakukan kementerian tertentu. Dia berharap, anggaran penghematan tersebut tidak dijadikan bancakan partai politik (parpol) untuk kepentingan Pemilu 2014 yang modusnya bisa berupa pembagian proyek.

“Jika itu benar terjadi sangat ironis sekali. Dana penghematan dari kenaikan harga BBM kok digunakan untuk kegiatan politik,” jelas Rilyadi.

Rilyadi juga menpertanyakan substitusi dari kenaikan BBM. Menurut dia, pada 2005, kenaikan BBM dibarengi dengan konversi minyak tanah ke gas. “Nah, kalau sekarang apa. Bagaimana pelaksanaannya karena tinggal satu tahun lagi,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan pemerintah soal kebocoran dalam penyaluran BBM subsidi yang berakibat merugikan negara triliunan rupiah. Karena itu, pemerintah harus mengantispasi kebocoran dalam penyaluran BBM tersebut.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah bisa mendapatkan selisih Rp 40 triliun dari program penghematan BBM. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya