Berita

hatib Basri

Bisnis

BKPM Pede Indonesia Masih Dilirik Investor

Digempur Lembaga Rating Internasional
JUMAT, 17 MEI 2013 | 07:56 WIB

Penurunan outlook Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P), telah menimbulkankekhawatiran sejumlah kalangan bahwa ekonomi tanah air akan melambat. Namun, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri pede (percaya diri) ekonomi Indonesia tetap baik.

“Saya masih menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang ekonominya cukup atraktif,” kata Chatib Basri kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Chatib menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang menurun dibandingkan tahun 2012. Hal ini terjadi karena pengeluaran belanja pemerintah masih kecil. Namun, kondisi ekonomi diklaimnya masih bagus. Jika dibandingkan dengan negara lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih jauh lebih tinggi.


“Misalnya saja Amerika Serikat (AS) dan Brasil yang pertumbuhannya strugle (berkutat) di dua persen. Kalau saya jadi investor, saya akan pergi ke Indonesia karena pertumbuhan 6,02 persen,” promosi Chatib.

Ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan juga tidak terlalu mengkawatirkan penurunan outlook ekonomi Indonesia. Sebab, bila pemerintah jadi menaikkan harga BBM bersubsidi, diprediksinya S&P akan menaikkan lagi peringkat utang Indonesia.

Dia menuturkan, keputusan S&P menurunkan peringkat utang Indonesia sudah jelas dikarenakan pemerintah melontarkan wacana kenaikan harga BBM bersubsidi sejak 12 bulan terakhir, namun sampai saat ini belum direalisasikan.

Dia berharap, pemerintah bisa segera mengambil keputusan. Sebab, dia melihat, wacana kenaikan harga BBM bersubsidi telah membuat sektor perdagangan sangat berhati-hati.

Kondisi ini, menurut Fauzi, memberikan dampak negatif seperti harga pangan yang mengalami kenaikan dan ekspektasi inflasi ikut bergerak naik.

Sekadar informasi, pemerintah berencana akan menaikkan harga BBM bulan depan. Harga BBM subsidi akan naik dari 4.500 per liter menjadi Rp 6.000 atau paling tinggi Rp 6.5000 per liter. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya