Berita

ilustrasi

Bisnis

Moratorium Izin Lahan Gambut Perlu Dievaluasi

Produksi Perkebunan Menurun
RABU, 15 MEI 2013 | 09:01 WIB

Pemerintah diminta tidak memperpanjang moratorium izin lahan gambut. Penerapan moratorium ini dianggap tidak menguntungkan secara ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja.

Ahli ilmu tanah dan sumber daya lahan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Basuki Sumawinata mengatakan, pemerintah perlu memilah lagi lahan mana yang perlu dimoratorium dan dibuka perizinannya untuk pertanian atau perkebunan.

“Kalau lahan primer tidak ada keraguan untuk terus diperpanjang, namun untuk lahan gambut masih bisa dipakai untuk produksi,” katanya, kemarin.


Dari hasil penelitian dan pengamatan yang dilakukannya, pembukaan lahan gambut jika dilakukan menggunakan teknik yang benar tidak mengeluarkan karbon sebesar yang ditakutkan masyarakat internasional.

Apalagi waktu dua tahun seharusnya sudah bisa dimanfaatkan pemerintah untuk mengatur dan memperbaiki tata kelola hutan dan lahan gambut.

“Bukan membiarkan atau tidak memanfaatkan sama sekali, kita akan tertinggal jika seperti itu. Dalam dua tahun malah belum ada titik terang, lahan gambut kita mau diapakan,” jelasnya.

Menurut Basuki, jika moratorium izin lahan gambut tetap diberlakukan dikhawatirkan pembangunan perkebunan Indonesia akan tertinggal dibanding negara lain. Hal itu akan merugikan Indonesia yang saat ini banyak memperoleh devisa, pendapatan dan penyerapan tenaga kerja dari sektor perkebunan.

Tak adil juga bagi Indonesia jika terus membiarkan potensi lahannya tanpa pengelolaan yang baik. Sedangkan negara lain terus mengeksploitasi lahan untuk perkebunan ataupun sektor ekonomi lain.

Namun, untuk bisa mengelola lahan gambut dengan baik diperlukan modal yang tidak sedikit. Sebab, teknologi yang dipakai juga bukan teknologi murah yang bisa dilakukan petani kecil. Ketersediaan lahan yang terus menipis juga menjadi alasan pemerintah membuka moratorium izin di lahan gambut.

Menurut Basuki, dengan pertambahan penduduk yang terus melejit dan berkurangnya lahan sawah mencapai 100.000 ha per tahun, memerlukan solusi berupa penambahan lahan baru.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara Darmayanti Lubis mengatakan, perpanjangan moratorium akan membuat produksi perkebunan menurun. Hal itu akan berdampak pada ekonomi di daerah dan penyerapan tenaga kerja. “Jika kajiannya belum jelas apakah merusak lingkungan atau tidak dan ada pro kontra, jangan ada keputusan dahulu,” ujarnya.

Darmayanti khawatir, moratorium akan membuat masalah tenaga kerja di daerah. Sebab, selama ini sektor perkebunan banyak menjadi tumpuan penyerapan tenaga kerja. “Ada potential lost yang besar di sektor ketenagakerjaan,” katanya.  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya