ilustrasi, Petani Di Pedesaan
Pemerintah diingatkan lagi soal rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar bakal memberatkan masyarakat pedesaan. “Jika proyeksi perhitunganya benar, kenaikan harga BBM sebesar 30 persen dan dampak inflasinya 2-2,5 persen akan memberikan beban berat bagi masyarakat pedesaan,†papar pengamat ekonomi pertanian Khudori.
Menurut dia, kenaikan harga BBM jika dilakukan periode Juni sampai Juli akan memberikan efek panjang terhadap inflasi. Minimal selama tiga bulan pasca kenaikan akan terjadi kenaikan harga barang-barang yang cukup signifikan.
Sebab, periode itu masuk sesi inflasi dari bahan pangan karena menjelang puasa dan Lebaran, termasuk musim ajaran baru sekolah.
Khudori menyebut ukuran inflasi yang selama ini dipatok pemerintah sebagai ukuran di 60 kota tidak adil, karena tidak menghitung inflasi di pedesaan.
Padahal pedesaan menjadi daerah yang terdampak paling besar tetapi tidak dijadikan ukuran.
Buruknya infrastruktur di pedesaan, termasuk daerah terpencil akan membuat dampak inflasi karena kenaikan BBM menjadi lebih besar.
“Sebagian desa yang mengalami musim panen pada saat periode kenaikan harga BBM mungkin akan tertolong, tetapi jika daerah itu sedang tidak musim panen akan tertekan karena tidak ada tambahan pendapatan,†jelasnya.
Khudori menyatakan, dari total jumlah penduduk miskin sekitar 39 juta orang, 68 persen yang tinggal di pedesaan rata-rata menjadi petani. Jadi kalau tidak panen, maka beban petani yang juga sebagai konsumen sangat berat.
Meski ada kompensasi, kata dia, itu hanya sementara dan tidak memberikan efek jangka panjang. “(Kompensasi BBM) Tidak mampu menjadikan orang miskin menjadi sejahtera,†ujarnya. Artinya, kompensasi ini hanya omong doang (omdo) untuk bikin rakyat sejahtera.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Armida Alisjahbana mengatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan ditetapkan berbeda bagi jenis premium dan solar. “Harga premium naik 2.000 rupiah, solar naik 1.000 rupiah per liter,†ujarnya.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menambahkan, pemerintah memutuskan harga premium akan dinaikkan dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter, sedangkan harga solar akan dinaikkan dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500 per liter.
Meski demikian, keputusan terkait kenaikan harga BBM harus dibahas dengan DPR karena menyangkut revisi APBN 2013. Ia mengaku kenaikan berbeda pada harga baru BBM bersubsidi diperkirakan akan menambah inflasi sekitar 1,5 sampai 1,6 persen. [Harian Rakyat Merdeka]