Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Bosan Ah, Wacana Kenaikan BBM Bikin Harga Sembako Loncat Aja

Pembatasan Konsumsi Premium Bagi Motor Diprotes
SELASA, 14 MEI 2013 | 08:28 WIB

Rencana pemerintah membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk motor dan mobil, dikeluhkan konsumen dan petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pantauan Rakyat Merdeka di beberapa pom bensin yang berada di wilayah Pondok Cabe, Lebak Bulus dan Senayan, rata rata petugasnya belum mengetahui soal rencana tersebut.

Misalnya, pom bensin 34-15411 yang berada di Jalan Pondok Cabe Raya, belum tahu ada rencana pembatasan pembelian premium buat motor dan mobil. Salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saat ini pembeli sudah antre panjang. Bagaimana jika dibatasi, pasti memerlukan pengawasan super ketat.


“Nanti kalau ada yang tidak setuju bagaimana,” katanya.

Dari pantauan terlihat antrean untuk sepeda motor di pom bensin tersebut kerap ramai. Hal yang sama terjadi di pom bensin 34 15417 di daerah Vila Dago, Pamulang. “Belum tahu mas, kita tahu soal rencana kenaikan saja,” ujar salah satu petugas jaga pom bensin.

Muhamad Toha, salah satu pengguna motor yang ditemui di tempat yang sama, mengaku keberatan dengan rencana pemerintah yang akan membatasi pembelian premium untuk motor yang hanya 0,7 liter sehari.

“Wah saya saja setiap hari harus isi premium satu setengah sampai dua liter untuk pulang pergi ke tempat kerja di daerah Sudirman. Kalau dibatasi 0,7 liter per hari tentu sangat berat,” ujar pengendara motor Yamaha Vixion itu.

Menurut Toha, kebijakan itu sangat merugikan. Dia malah menyarankan sebaiknya pemerintah menaikkan harga BBM daripada membatasi karena dampaknya sangat besar.

“Bagaimana tukang ojek atau mereka yang kerjanya delivery, nggak cukup lah,” ketusnya.

Salah satu pengendara mobil Xenia, Iwan mengatakan, rencana pembatasan pembelian premium untuk mobil pribadi yang hanya 3 liter per hari sangat tidak masuk akal. “Sekarang 3 liter itu bisa sampai mana?” tanyanya.

Dia menilai, kebijakan pemerintah saat ini tidak pernah berpihak kepada rakyat, malah selalu membebankan rakyat. Mestinya sebelum mengeluarkan kebijakan, dipikir panjang terlebih dahulu.

Untuk diketahui, Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral(ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan, sepeda motor akan dibatasi hanya boleh membeli premium 0,7 liter sehari. Sementara mobil pribadi ataupun kendaraan umum hanya diperkenankan ‘minum’ BBM subsidi 3 liter per hari.

Jika konsumen butuh membeli bahan bakar lebih dari itu di hari yang sama, pemerintah meminta mereka beralih ke pertamax atau bahan bakar lain dengan harga keekonomian alias non subsidi.

Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengaku bosan dengan berbagai wacana yang dikeluarkan pemerintah terkait rencana menekan subsidi BBM.

“Saya bosan. Wacana itu telah berdampak pada melambungnya harga beberapa bahan pokok di pasar,” kritik Tulus.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi mengaku belum mengetahui rencana pemerintah tersebut.
“Saya belum mau berkomentar banyak karena belum ada pemberitahuan,” katanya.

Menurut Eri, yang dia tahu saat ini adalah terkait penerapan sistem Radio Frequency Identification (RFID) untuk melakukan pengawasan. Namun, hingga kini itu masih tahap uji coba.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andi Noorsaman Sommeng mengiyakan rencana pelarangan konsumsi BBM bersubsidi untuk kendaraan-kendaraan mewah di kota besar.

Ia mengklaim rencana tersebut usulan dari tim teknis untuk menjaga kuota BBM bersubsidi. “Baru ada masukan dari tim teknis. Usulan akan dibahas di sidang komite dan drafnya sudah disiapkan, tetapi belum ditetapkan,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya