Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini optimistis target produksi migas ke depan bakal terus meningkat.
Sebab, menurutnya, lima proyek baru pengeboran diperkirakan mampu memberikan tambahan produksi dengan jumlah yang signifikan.
“Seminggu yang lalu sudah saya resmikan salah satu dari kelima proyek, dan sudah ada dua rig yang ngebor,†kata Rudi kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan, kinerja hulu migas saat ini telah menunjukkan trend yang menggembirakan. Hal itu dapat dilihat dari realisasi produksi minyak pada kuartal pertama tahun ini yang meningkat 1,6 persen dari ratarata 827 ribu barel per hari (bph) pada tahun lalu menjadi 840 ribu bph. Sementara hasil produksi minyak (
lifting) sesuai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mencapai 900 ribu bph.
Kelima proyek baru hulu migas tersebut antara lain Indonesian Deepwater Drilling (IDD). Proyek ini dioperasikan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).
Dari perhitungan SKK Migas, proyek ini dapat menyumbang gas sebanyak 114 juta kubik per kaki per hari (mmscfd) dan minyak sebanyak 4 ribu bph.
Kedua, IDD Gendalo Hub. Proyek ini diperkirakan akan menyumbang gas sebanyak 700 mmscfd dan 20 ribu bph. IDD Gendalo Hub ditargetkan produksi kuartal ketiga tahun 2016. Ketiga, IDD Gehem Hub.
Proyek IDD Gendalo Hub diperkirakan akan menyumbang gas sebanyak 420 mmscfd dan minyak sebesar 27 bph. Sumur ini ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal kedua tahun 2017.
Berbeda dengan SKK Migas, Corporate Secretary CPI Donny Indrawan menyatakan, kemungkinan produksi Chevron akan turun. Hal tersebut tidak lepas dari ketakutan industri migas akan tidak adanya kepastian hukum di Indonesia.
Dia memperkirakan, sekitar 20 ribu barel minyak tidak bisa diproduksi oleh perusahaan minyak asal Amerika. Padahal, kata dia, CPI sedikitnya menyumbang 40 persen dari pemasukan minyak secara nasional. [Harian Rakyat Merdeka]