Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Asing Welcome, Tapi Harus Joint Venture

Agar Perusahaan Lokal Siap Hadapi ASEAN Economic Community
SENIN, 13 MEI 2013 | 08:32 WIB

Menghadapi ASEAN Economic Community tahun 2015, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan skema joint venture untuk melindungi sektor usaha dalam negeri yang lemah.

Ketua Apindo Sofjan Wanadi menegaskan, dirinya tidak antiasing. Namun, dia meminta pemerintah memberikan perlidungan kepada pengusaha nasional melalui skema <joint venture.

“Perusahaan asing silakan masuk, welcome. Tapi harus ada joint venturedengan perusahaan nasional,” kata Sofjan kepada pers di Jakarta, Jumat (10/5).


Menurutnya, ada sejumlah sektor usaha dalam negeri yang belum siap bersaing. Misalnya sektor manufaktur. Industri manufaktur sudah kalah baik modal dan teknologi oleh negara lain.

“Jika tidak ada bentuk perlindungan, maka perusahaan lokal bakal dikalahkan oleh perusahaan asing,” cetus Sofjan.

Dia mengusulkan tidak semua sektor usaha dibuka. Harapan Sofjan, investor asing tidak diberi kesempatan memasuki bidang usaha jasa distribusi. Sebab, kemampuan investor domestik untuk memasuki bidang usaha distribusi cukup tinggi.

“Jika service industry dibuka semua untuk perusahaan asing, kita tidak akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Besok (pasar bebas ASEAN 2015) kita harus menjadi pemain utama. Sektor manufaktur kita sudah kalah baik modal maupun teknologi. Mau tidak mau kita harus pegang distribusi. Saya sudah meminta itu kepada BKPM,” tandasnya.

Wakil Sekretaris Umum Apindo Franky Sibarani mengatakan, sektor lain yang perlu dilindungi pemerintah, yakni sektor usaha retail. Sebab, sektor tersebut banyak melibatkan dan dilakukan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Membuka pintu bagi investor asing bergelut di bidang usaha yang banyak digeluti UMKM hanya akan memberikan lebih banyak kerugian terhadap bangsa ini,” ujar Franky.

Pengamat Ekonomi Enny Sri Hartati menilai bagus usulan Apindo. Menurutnya, perdagangan bebas memang tak boleh diartikan bebas-bebasnya. Misalnya di sektor pengelolaan kekayaan alam.

“Pengelolaan kekayaan alam harus dibatasi dan diatur karena berdasarkan konstitusi. Kekayaan alam harus diberdayakan seluas-luasnya untuk kemakmuran rakyat,” kata Sri.

Sri kecewa selama ini pakar ekonomi lebih sibuk berpolemik seputar angka pertumbuhan ekonomi. Padahal, perdagangan bebas ASEAN sudah di depan mata. “Seharusnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan ekonomi dalam negeri harus lebih dominan,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah belum terlambat mengambil kebijakan untuk mendukung dan melindungi pengusaha dalam negeri.“Segera intesifkan pelatihan kepada sektor-sektor usaha yang kini masih lemah agar siap menghadapi ASEAN Economic Community,” imbuhnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya