Berita

ist

Politik

Keong Mas Menyerang Sawah Petani karena Kurang Antisipasi

SELASA, 16 APRIL 2013 | 12:10 WIB | LAPORAN:

Puluhan hektar tanaman padi di Dusun Purbakerta, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, rusak akibat serangan hama keong mas.
 
Ketua Kelompok Tani Ngudi Mulya Purbakerta, Fahrurrozi, mengatakan, keong mas menyerang tanaman padi berusia kurang dari 25 hari setelah tanam (HST). Dalam satu area, kerusakan mencapai 40 persen. Bahkan, ada yang hampir mendekati 60 persen.
 
"Akibatnya banyak petani yang kekurangan benih karena tidak memiliki cadangan," katanya, Selasa (16/4).
 

 
Diakui oleh Fahrurrozi, saat akan memulai masa tanam kedua (MT 2) 2013 ini, banyak petani yang tidak lebih dulu memberantas hama keong seperti dianjurkan. Populasi yang besar menyebabkan hewan bercangkang kuning ini menyerang tanaman padi karena kekurangan bahan makanan.
 
“Kami sebenarnya sudah menganjurkan agar petani memungut keong terlebih dahulu sebelum menanam di area utama,” jelasnya.
 
Terpisah, Kepala Produksi Kelompok Tani SAE Organik Banyumas, Sugeng Riyadi, mengatakan, serangan hama keong sebenarnya bisa diantisipasi saat persiapan lahan. Sawah yang akan ditanami diberi kamalir (parit kecil) agar tanaman tidak terendam sehingga keong tidak bisa merusak tanaman.
 
“Pengolahan dan persiapan lahan sangat penting untuk meningkatkan produksi dan mengantisipasi serangan hama perusak tanaman,” jelas Sugeng.
 
Dalam pertanian SRI (System of Rice Intensification) organik, keong bahkan bisa dimanfaatkan sebagai bahan pupuk cair organik. Keberadaan keong, menurut Sugeng, malah menguntungkan petani seandainya bisa memanfaatkannya.
 
"Keong bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair maupun kompos. Kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk tanaman sangat tinggi," ujarnya. [ald]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan II 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:10

Rekayasa Lalin di Harmoni Berlaku hingga September Imbas Proyek MRT Jakarta

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:01

Membaca Ulang Tantangan Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:59

Belum Ada Update Nasib 5 WNI yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:58

Cadangan Beras RI Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52

Optimisme Pemerintah Jangan Sekadar Lip Service

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:50

KSAD Tegaskan Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ Atas Permintaan Pemda

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45

Beras RI Berlimpah, Zulfikar Suhardi Harap Harga Tetap Terjangkau

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Prabowo Dijadwalkan Hadir di DPR Bahas RAPBN 2027

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Dosen Lintas Kampus Kolaborasi Dorong Perlindungan Kerja

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15

Selengkapnya