Berita

Puan Maharani

Wawancara

WAWANCARA

Puan Maharani: Banyak Kader Kami Layak Jadi Capres, Tidak Perlu Dijaring Lewat Konvensi

MINGGU, 14 APRIL 2013 | 10:25 WIB

PDI Perjuangan tidak melakukan konvensi untuk menjaring capres 2014.

“Kami punya mekanisme dan aturan sendiri dalam menentukan capres. Kalau partai lain mau buat konvensi, silakan saja,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR itu, konvensi capres bila dilaksanakan dengan proses bebar tentu menjadi  fenomena eksternal yang baik. Tapi belum tentu bisa diterapkan partai lainnya, termasuk PDI Perjuangan.


Berikut kutipan selengkapnya;

Kenapa PDI Perjuangan tidak tertarik konvensi capres?
Kami punya aturan dan mekanisme sendiri. Itu yang akan kami lakukan.  PDI Perjuangan tidak ikut-ikutan partai lain yang akan melakukan konvensi.

Tokoh senior PDI Perjuangan Taufik Kiemas mengatakan konvensi menarik untuk munculkan tokoh muda, ini bagaimana?

Memang kalau kita lihat sepintas dari kacamata eksternal, konvensi memang menarik.  Makanya saya dan Pak Taufik melihatnya secara eksternal gitu lho.

Apa sistem yang diterapkan PDI Perjuangan bagus untuk menjaring capres?

Kami cukup yakin bahwa mekanisme dan aturan yang ada di internal kami cukup baik untuk menjaring capres  2014.

Bukankah sistem yang diterapkan PDI Perjuangan itu sulit munculkan tokoh muda?
Tidak juga. Dengan sistem kami ini juga bisa munculkan tokoh muda. Banyak  kader kami yang layak menjadi capres atau cawapres, sehingga tidak perlu dijaring lewat konvensi.

Apa PDI Perjuangan  tidak memikirkan sama sekali soal konvensi capres untuk memunculkan tokoh muda?

Nggak. Kita nggak kepikiran untuk menggelar konvensi. Sebab, kami cukup yakin bahwa mekanisme dan aturan yang ada di internal kami cukup baik dilakukan dan dilaksanakan untuk tahun 2014. Sekali lagi saya katakan, mungkin itu baik buat partai lain, tapi kan belum tentu baik buat PDI Perjuangan.

Siapa pun yang akan menjadi capres 2014 yang diputuskan oleh Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tentu itu yang terbaik.

Bagaimana kalau ada kader PDI Perjuangan  berminat ikut konvensi partai lain?

Wah, saya tidak bisa berkomentar masalah itu.

Kalau Anda berminat?
Saya belum berpikir ke sana. Saya sedang jalankan tugas sebagai anggota DPR, itu saja.

O ya, bagaimana mengenai keterwakilan perempuan 30 persen di PDI Perjuangan?
Kuota 30 persen perempuan sudah jauh hari kami siapkan. Semua orang yang mendaftar ke PDI Perjuangan melalui DPP/DPD/DPC tentu harus melihat kuota itu.

Tentu saja kader dan struktural yang ada di PDI Perjuangan secara nasional  mentaati kuota 30 persen perempuan itu dalam pencalegan.

Masih ada partai lain yang tidak bisa memenuhi kuota itu, ini bagaimana ?
Kalau ada partai lain yang merasa keberatan, tentu tidak di PDI Perjuangan. Kami mematuhi aturan yang ada. Kami tidak ikut campur.

Silakan saja partai itu memperjuangkannya ke KPU. Yang pasti PDI Perjuangan  sudah memenuhi persyaratan yang diajukan KPU.

Kapan diserahkan ke KPU DCS dari PDI Perjuangan?

Penyerahan DCS tidak akan melebihi batas tanggal 22 April 2013 itu. Kami sekarang masih menunggu Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan  menandatangani DCS yang akan diserahkan ke KPU itu. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02

Purbaya Ungkap Penyebab Kericuhan PBI BPJS Kesehatan: 11 Juta Orang Dicoret Sekaligus

Senin, 09 Februari 2026 | 11:55

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan Putrinya Terseret Skandal Epstein

Senin, 09 Februari 2026 | 11:38

Mensos: PBI BPJS Kesehatan Tidak Dikurangi, Hanya Direlokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 11:32

Industri Tembakau Menunggu Kepastian Penambahan Layer Cukai

Senin, 09 Februari 2026 | 11:26

Langkah Prabowo Kembangkan Energi Terbarukan di Papua Wujud Nyata Keadilan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:25

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51

Februari 2026 Banjir Tanggal Merah: Cek Long Weekend Imlek & Libur Awal Puasa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:46

Selengkapnya