Berita

Wiranto

Wawancara

Wiranto: Pelajar & Mahasiswa Disiapkan Agar Bangsa Ini Tak Terpuruk

SELASA, 09 APRIL 2013 | 08:20 WIB

.Pelajar dan mahasiswa pendobrak pembaharuan di Indonesia. Jangan serahkan nasib bangsa ini kepada elite partai politik (parpol) saja.

“Saya harap pelajar dan maha­siswa berpolitik secara aktif demi kemajuan bangsa ini,’’ kata Ketua Umum Partai Hanura Wiranto ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut bekas Menhankam/Panglima TNI itu, pelajar dan ma­hasiswa harus ikut serta menen­tukan masa depan bangsa melalui perjuangannya di masa kini.


‘’Pelajar dan mahasiswa harus disiapkan dari sekarang agar bangsa ini tak terpuruk,’’’ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Itu alasan Anda bentuk sa­yap pelajar dan mahasiswa?

Betul. Satuan Pelajar Maha­sis­wa Hanura (Sapma Hanura) diharapkan menjadi pendobrak pembaharuan di Indonesia.

Sekarang ini pelajar dan ma­ha­siswa seolah dianggap tabu un­tuk ikut berpolitik. Padahal, sejatinya pelajar dan mahasiswa adalah pelopor pembaharuan Indonesia.
 
Apa tidak bentrok dengan organisasi sayap pemuda lainnya di Hanura?

Oh tidak. Justru ormas yang su­dah ada akan bersinergi.  Pe­muda  harus turut menentu­kan masa de­pan bangsa melalui jalur per­juangan politik yang kons­titusional.

Langkah Anda ini untuk menggaet pemilih pemula?

Ormas sayap pelajar dan ma­hasiswa ini merupakan peristi­wa yang sangat penting bagi sebuah parpol dan juga bagi pe­lajar dan mahasiswa.

Kenapa?


Dengan hadirnya Sapma Ha­nura, maka pelajar dan mahasis­wa memiliki sebuah wadah untuk memperjuangkan aspirasi politik­nya yang selama ini seolah dike­biri dengan pandangan tabu tadi.

Anda melihat kekuatan pela­jar dan mahasiswa signifikan?

Sejak tahun 1928 dan tahun 1945 para pemuda pelajar me­miliki peran penting dalam ke­merdekaan. Bahkan dalam seja­rah perjalanan Indonesia, perge­rakan mahasiswa sangat  berpe­ran dalam kemerdekaan re­publik ini, seperti Budi Utomo, Sumpah Pemuda, Proklamasi Ke­merde­kaan pun tidak luput dari peran pemuda.

Perubahan dari Orla ke Orba di tahun 1966 juga menegaskan pe­ran penting pelajar dan mahasis­wa. Begitu juga tahun 1998 perubahan pemerintahan dari Orba ke reformasi juga dipelo­pori mahasiswa.

Kekuatan pelajar dan mahasis­wa tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, pelajar dan ma­hasis­wa berpotensi membangun bang­sa ini menjadi besar.

Dari mana saja pelajar dan mahasiswa yang diajak ke Hanura?

 Sapma Hanura merupakan organisasi sayap Partai Hanura yang pengurus DPP berjumlah 90 orang. Berasal dari 25 Kam­pus se-Jabodetabek dan akan se­gera menyebar ke seluruh pelo­sok di Indonesia.

Untuk itu, Partai Hanura mem­­­­­berikan ruang seluasnya ba­gi pe­lajar dan mahasiwa untuk ber­kiprah. Hanura menjadikan Sap­ma sebagai garda depan pem­ba­ha­ruan bangsa yang se­dang diper­juangkan Hanura un­tuk mem­bawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Sapma Hanura harus menjadi embrio bagi pergerakan pemba­ruan yang berbasiskan hati nu­rani bagi pelajar dan mahasiswa di In­donesia.

Seberapa besar peran pelajar dan mahasiswa untuk mem­perbaiki bangsa ini?

Masa depan Indonesia adalah milik pemuda,pelajar dan maha­siswa. Tugas kami adalah untuk mengantarkan generasi muda menuju masa depan yang lebih baik.

Melalui Sapma Hanura ini, mahasiswa dan pelajar tidak ha­nya sekadar mengatahui teori, tapi juga praktek dalam politik. Kami ingin membentuk kader pelajar dan mahasiswa yang cerdas dan memiliki hati nurani. [Harian Rakyat Merdeka]

 

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02

Purbaya Ungkap Penyebab Kericuhan PBI BPJS Kesehatan: 11 Juta Orang Dicoret Sekaligus

Senin, 09 Februari 2026 | 11:55

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan Putrinya Terseret Skandal Epstein

Senin, 09 Februari 2026 | 11:38

Mensos: PBI BPJS Kesehatan Tidak Dikurangi, Hanya Direlokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 11:32

Industri Tembakau Menunggu Kepastian Penambahan Layer Cukai

Senin, 09 Februari 2026 | 11:26

Langkah Prabowo Kembangkan Energi Terbarukan di Papua Wujud Nyata Keadilan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:25

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51

Februari 2026 Banjir Tanggal Merah: Cek Long Weekend Imlek & Libur Awal Puasa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:46

Selengkapnya