Berita

Hidayat Nur Wahid

Wawancara

Hidayat Nur Wahid: Partai Bersih Atau Tidak Bersih, Apa Ukurannya Kasus Daging Sapi

RABU, 20 MARET 2013 | 08:16 WIB

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak merasa dirugikan dua kadernya pindah ke partai nasionalis.

”Perolehan suara PKS tidak akan kurang dalam Pemilu 2014. Tetap akan utuh seperti biasa,’’ kata Ketua Fraksi PKS DPR, Hidayat Nur Wahid, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Pendiri Partai Keadilan (PK) yang kemudian menjadi PKS Yusuf Supendi pindah ke Partai Hanura. Kemudian kader muda PKS Misbakhun pindah ke Partai Golkar.


Hidayat Nur Wahid selanjutnya mengatakan, kepindahan dua kader PKS kawakan itu malah menguntungkan. ”Kami merasa bersyukur dan berbangga hati karena mereka diterima di partai lain,’’ ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Loh, kenapa bersyukur?

Pertama, kami bangga karena kader PKS diterima dan berkiprah di Partai Hanura dan Golkar. Itu menurut kami adalah hal yang pantas kami syukuri.

Kedua, perjuangan kami selama ini tentunya bisa ditularkan atau diteruskan oleh kader-kader kami yang diterima di partai-partai tersebut.

Ketiga, artinya kader binaan dan kader kami yang berkualitas diminati oleh partai lainnya. Makanya kami termotivasi mencetak kader-kader yang berkualitas lebih banyak lagi ke depan.

Bukankah posisi PKS sedang sulit, apa etis mereka pindah?

Ketika kami melepaskan mereka dalam kondisi partai seperti ini, tentunya menunjukkan bahwa partai kami solid. Kami sangat utuh tidak ada gangguan apa pun atas kepindahan mereka. Kami penuh percaya diri bisa terus melanjutkan dan berjuang.

Yusuf Supendi mengaku pindah karena Hanura partai terbersih dan PKS terlilit masalah, ini bagaimana?

Kalau itu tentunya alasan yang dicari-cari. Pak Yusuf Supendi itu sudah tidak aktif di partai secara resmi. Saya sebagai ketua pendiri PK bersama dengan lebih dari 50 pendiri PK lainnya tetap berkomitmen berada di PKS.

Kami juga akan terus berjuang melalui partai yang telah kami dirikan ini. Kalau Pak Yusuf Supendi sebagai salah satu pendiri dari PK pindah ke partai lain dan diterima, maka kami juga ikut mendoakan agar sukses di pilihan politik yang baru itu.

Mudah-mudahan ini membuktikan bahwa ke depan harusnya tidak ada dikotomi mana partai Islam dan mana yang bukan partai Islam. Seolah-olah hal itu sesuatu yang tak mungkin bisa dipertemukan.

Ternyata kader kami bisa diterima oleh partai yang tidak berasaskan Islam. Kemudian dalam Pilkada dan Pilpres kami diajak berkoalisi dengan partai yang tidak berasaskan Islam.

Bagaimana soal partai terbersih?

Partai bersih atau tidak bersih, apa ukurannya kasus dugaan korupsi impor daging sapi. Memang sekarang ini PKS sedang dibidik.

Maksudnya?

Ya, menjadi sorotan masyarakat. Sekali pun kita tegaskan juga bahwa Luthfi Hasan Ishaaq belum bersalah. KPK masih menduga dan menyangka. Makanya statusnya masih tersangka.

Anda tidak kecewa dengan pandangan itu?

Tidak. Kita malah berharap Hanura tetap bersih dan tidak ada masalah apa pun. Kita berharap semua peristiwa yang ada menjadi cambuk agar bisa menciptakan suasana perpolitikan yang lebih baik lagi.

Artinya Anda mengakui Hanura partai terbersih?


Kami akui bahwa Hanura adalah partai yang sedang naik daun. Apalagi ada gerbong Hary Tanoesoedibjo masuk ke sana. Kemudian kalau Pak Yusuf Supendi masuk ke sana, tentu itu sesuatu yang kami mengerti.

Misbakhun pindah karena Golkar konsisten usut kasus Century, apa PKS tidak konsisten lagi?

Ha-ha-ha, Misbakhun kan sudah tahu ketua tim Century adalah Fahri Hamzah dan beliau juga mentornya Misbakhun. Tentunya Fahri Hamzah adalah orang yang konsisten. Bahkan perintah dari ketua Umum Anis Matta kepada Fahri adalah menuntaskan kasus Bank Century kok.

Apa Misbakhun sudah pamit dengan Anda dan senior lainnya?

Ya. Misbakhun sudah pamitan secara baik-baik di PKS dan meminta izin kepada pimpinan partai.

Apa diizinkan?

Tentu dengan perlakuan yang baik itu, pimpinan partai mengizinkan. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya