Berita

presiden sby

Dengan Sejumlah Syarat, SBY akan Dikenang Sejarah Kalau Berani Naikkan Harga BBM

JUMAT, 15 MARET 2013 | 19:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sejak awal tahun 2013, pemerintahan SBY telah didorong untuk menaikkan harga BBM pada tahun ini untuk mencegah irasionalitas beban subsidi BBM, yang kemungkinan terjadi dan merampas alokasi-alokasi belanja negara untuk pembangunan sektor lain.

Meskipun trade off yang harus diterima dalam jangka pendek adalah kemungkinan inflasi akan terdongkrak. Tetapi jangan lupa, kompleksitas permasalahan ekonomi Indonesia sangat tinggi akibat "salah urus sejak awal.''

"Masalah ekonomi kita ibarat 'menutup lubang tikus, tetapi tidak menangkap tikusnya.' Karena lubang akan tetap muncul ditempat lain," ujar ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 15/3).


Ketika harga BBM bersubsidi dinaikkan, yang paling rasional harganya sekitar Rp 6000, tanpa diikuti perbaikan kinerja fiskal, terutama alokasi yang efisien dan efektif serta pengurangan kebocoran, manfaatnya tetap tidak akan dirasakan oleh masyarakat kecil.

Karena itu, pengurangan subsidi harus dibarengi dengan langkah fundamental memperbaiki efisiensi dan efektifitas serta pengurangan kebocoran karena korupsi di APBN, yang juga diikuti oleh perbaikan kebijakan energi kita terutama seperti pengalihan penggunaan energi minyak bumi kepada gas, serta kedaulatan tata kelola energi dalam negeri kita terhadap perusahaan multi nasional yang menguasai lebih dari 80 sumber minyak bumi dan energi kita.

"Nah, apabila pemerintahan SBY melakukan penaikan BBM disertai dengan pengumuman kebijakan fundamental seperti yang saya sebut di atas, dengan langkah-langkah konkret melalui instruksi presiden dengan supervisi yang ketat, saya yakin ini akan menjadi warisan hebat SBY untuk anak cucu terkait dengan tata kelola energi dimasa depan," demikian pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten ini. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya