Berita

prabowo-sby

SBY atau Fadli Zon yang Semakin Jelas Berbohong?

JUMAT, 15 MARET 2013 | 15:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Isi pertemuan tertutup antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Negara Senin lalu tetap masih menyisakan misteri sampai saat ini.

Tak pelak lagi, berbagai spekulasi pun muncul soal materi yang diperbincangkan kedua purnawirawan jenderal beda satu angkatan tersebut. SBY angkatan 1973 dan Prabowo 1974.

Hari ini, tepatnya setelah SBY agak sedikit buka-bukaan dalam pertemuannya dengan para pemimpin media massa, juga di Istana Negara, pertanyaan lain muncul. Yaitu, soal siapa yang berinisiatif untuk melakukan pertemuan.


Versi SBY, Prabowo Subianto dan termasuk para tujuh jenderal dan pimpinan Ormas Islam sebelumnya, inisiatif pertemuan datang dari para undangan tersebut. Sebagai tuan rumah, SBY hanya menerima kunjungan.

"Pertemuan dengan tujuh jenderal atas permintaan mereka lewat Pak Sudi (Silalahi). Pak Prabowo melalui SMS kepada saya. Prabowo kirim SMS ketika sedang di luar negeri dan mengatakan siap bertemu saya setelah ia kembali ke Tanah Air," kata Presiden dalam pertemuan dengan para tokoh pers itu.

SBY menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya supaya tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.

Versi Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, pihak Istana yang mengundang capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Hal ini berdasarkan penjelasannya sendiri yang hampir dikutip semua media, termasuk Rakyat Merdeka Online. Beberapa jam sebelum pertemuan pada Senin itu, intelektual muda tersebut mengkonfirmasi bahwa kedatangan bosnya itu ke Istana adalah selaku undangan dari pihak Kepresidenan.

"Prabowo Subianto diundang Presiden SBY ke Istana," kata Fadli Zon pada Senin pagi. Saat itu, Fadli Zon juga menjelaskan, undangan kepada Prabowo disampaikan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi melalui dirinya. Padahal versi SBY, Prabowo sendiri yang berkirim SMS kepadanya untuk meminta bertemu.

Sebenarnya, pada hari Senin itu juga, pihak Kepresidenan melalui Jurubicara, Julian Aldrin Pasha sudah menyatakan, bahwa Presiden SBY justru yang menerima permintaan audiensi dari mantan Danjen Kopassus tersebut. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya