Berita

endriartono sutarto

Jenderal Tarto: Tujuh Jenderal yang Diundang Presiden SBY Berasal dari Satu Perusahaan

KAMIS, 14 MARET 2013 | 13:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto menduga Presiden SBY mengundang tujuh jenderal purnawirawan kemarin ke Istana Negara untuk mengklarifikasi pertemuannya dengan Letjen (Purn) Prabowo Subianto dua hari sebelumnya.

Pasalnya, dalam pertemuan pada hari Senin lalu, SBY dan Prabowo juga menggelar pertemuan tertutup.

"Kalau pertemuan terbuka, semua sudah tahu apa isinya. Termasuk yang disampaikan Fadli Zon, dan juga jurubicara Presiden, Julian Pasha. Tapi kan ada pertemuan tertutup. Kita masyarakat luar tidak tahu apa isinya," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 14/3).


Pertemuan tertutup antara Presiden SBY dan Prabowo itu menimbulkan interpretasi di kalangan masyarakat soal materi pembicaraan. Karena banyak interpretasi di masyarakat, dia menduga, Presiden SBY mengklarifikasi isi pertemuan tersebut, utamanya kepada tujuh para purnawirawan, yang mayoritas adakah AKABRI angkatan 1970.

Tujuh jenderal purnawirawan Tentara Nasional Indonesia kemarin sore bertemu Presiden SBY di Istana Negara. Mereka adalah Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan, Jenderal (Purn) Fahrul Rozi, Letjen (Purn) Agus Wijoyo, Letjen (Purn) Johny Josephus, Letjen (Purn) Sumardi, dan Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy.

Karena pada saat lanching buku Mengawali Integrasi Mengusung Reformasi yang diselenggarakan lulusan AKABRI angkatan 1970, 4 Oktober 2012 lalu, Luhut Panjaitan mewakili angkatan 70 meminta Presiden SBY merekomendasikan seseorang sebagai calon penggantinya. Karena SBY sudah tidak bisa mencalonkan lagi.

Saat itu, jelasnya, Luhut memberikan kriteria, yaitu orang yang punya kemampuan memperbaiki kondisi bangsa dan punya track record yang baik.

"Kan itu permintaan Pak Luhut mewakili temannya-temannya angkatan 70. Karena itu disampaikan Pak Luhut, mungkin Pak SBY merasa perlu melakukan klarifikasi atas pertemuannya dengan Pak Prabowo," ungkapnya.

Emang apa isi pertemuan SBY-Prabowo sehingga harus diklarifikasi ke Luhut Panjaitan Cs?

"Karena semua orang tidak tahu, lalu menimbulkan intepretasi. Yang dibicarakan tentang itulah, inilah. Kan yang tahu cuma berdua. Karena memang berbagai interpretasi itu muncul, Pak SBY barangkali ingin mengklarifikasi kepada tujuh jenderal ini," jawabnya.

Dari ketujuh jenderal yang diundang itu, jelasnya, hanya satu yang seangkatan dengan dia di AKABRI 1971, yaitu Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy. Tapi secara keseluruhan, sambungnya, tujuh jenderal itu bekerja di perusahaan milik Luhut Panjaitan, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA).

Kenapa Anda tidak diundang, toh salah satu di antara mereka ada yang angkatan 1971?

"Ya ada satu. Tapi dia kan grup Pak Luhut. Bekerja di perusahaan Pak Luhut. Mengapa mereka (diundang)? Karena Pak Luhut mewakili rekan-rekan di angkatan 70 dulu saat pertemuan di Balai Kartini menyampaikan itu. Jadi begitu," tandas jenderal Tarto, begitu ia akrab disapa. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya