Berita

menteri mari di jalan sukarno di rabat, maroko/KBRI

Calon Kuat Dirjen WTO, Mari E Pangestu Lobi Maroko

KAMIS, 14 MARET 2013 | 10:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Mari Elka Pangestu menjadi salah seorang kandidat kuat Direktur Jenderal World Trade Organization (WTO). Sejumlah hal telah dilakukan Menteri Mari, termasuk melobi Maroko yang merupakan ketua grup Afrika di badan perdagangan dunia yang dulu bernama General Agreement on Tarrifs and Trade (GATT) sebelum diubah menjadi WTO dalam Perjanjian Marrakech, 1 Januari 1995.

"Sejak pembentukannya, WTO telah membantu menciptakan lebih banyak perdagangan luar negeri, pertumbuhan dan lapangan pekerjaan juga menciptakan lebih banyak peluang usaha di dunia. Di atas itu semua, WTO telah mengangkat kehidupan masyarakat dan bangsa dari kemiskinan baik di negara maju maupun negara berkembang," ujar Mari Pangestu dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Maroko Saa Dine El-Othmani di Rabat, Maroko (Rabu, 13/3).
Demikian informasi yang diterima dari KBRI di Rabat.
Selain bertemu Othmani, Mari Elka Pangestu juga menggelar pembicaraan dengan dengan Menteri Pariwisata Lahcen Haddad dan Sekjen Kementerian Industri, Perdagangan dan Teknologi Baru El Aid Mahsouni.


Dalam setiap pertemuan, Mari pun tak lupa membahas hubungan Indonesia dan Maroko yang semakin baik dalam bidang ekonomi dan politik, pembangunan kawasan Afrika Utara serta sistem perdagangan masa depan.

Dalam pertemuan terpisah Mari Elka Pangestu dan Menteri Haddad setuju untuk menyelesaikan draf Memorandum of Understanding kedua Menteri yang akan ditandatangani dalam Second Joint Commission kedua negara tidak lama lagi.

Dalam beberapa waktu belakangan ini Mari Elka Pangestu telah mempresentasikan visi dan misinya dalam Pertemuan Dewan Umum WTO di Jenewa. Ia juga telah melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak terkait di Washington DC, Beijing, Brussels, Paris, Berlin, Warsaw, Budapest, Moscow, Dubai, Abidjan, Abuja, Kairo dan Stockholm. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya