Berita

marwan jafar

HARGA BAWANG NAIK

Marwan Jafar: Pemerintah Harus Tindak Importir Nakal

KAMIS, 14 MARET 2013 | 07:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebelum pemerintah menentukan kuota impor, terlebih dahulu harus melakukan audit hasil panen bawang dalam negeri. Karena jika pemerintah bebas membuka impor atau menentukan kuota impor sedangkan hasil panen dalam negeri sudah mencukupi, akan berdampak pada jatuhnya harga bawang lokal sehingga petani bawang akan merugi.

"Begitupun jika hasil panen dalam negeri tidak mencukupi sedangkan pemerintah menutup impor, akan terjadi kelangkaan dan berdampak pada melambungnya harga yang tidak terkendali," ujar Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar dalam keterangan pers yang diterima pagi ini (Kamis, 14/3) menanggapi melonjaknya harga bawang karena kelangkaan di pasaran.

Jika kelangkaan bawang ini disebabkan adanya perbuatan oknum tengkulak atau importir yang melakukan penimbunan bawang, pemerintah harus menindak tegas terhadap oknum yang melakukan penimbunan bawang putih tersebut tanpa pandang bulu.


Tak hanya itu, jika benar bahwa impor bawang hanya dikuasai beberapa importir, pemerintah harus meninjau ulang kebijakan tersebut. Karena hal itu bertentangan dengan UU 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat pasal 17 (praktek monopoli).

"Untuk itu harus diambil tindakan, misalnya dengan membagi kuota impor secara merata biar tidak ada monopoli, atau bisa dengan memberikan ijin kepada importir yang track recordnya jelas dan perusahaanya bonafid," ungkapnya.

Menurutnya langah ini perlu diambil. Karena langkanya bawang bisa berdampak pada langkanya benih bawang. Jika tidak ada benih petani tidak akan menanam bawang. Jika petani tidak menanam bawang pasti akan terjadi kekurangan pasokan. Bila itu terjadi, solusinya pasti impor. Padahal, impor tidak akan menyelesaikan akar masalah kelangkaan bawang.

"Untuk itu pemerintah harus segera membuat langkah-langkah startegis jangka panjang agar masalah bawang tidak terulang kembali. Misalnya dengan membangun sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung, atau membuat kebijakan untuk mengantisipasi tidak menentunya musim yang berpengaruh pada tidak bisa tanam atau gagal panen," beber Marwan.

Untuk mengatasi hal tersebut, dia mengimbau semua stake holder (Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan lain-lain) harus duduk bersama untuk menyatukan persepsi guna mengantisipasi dampak negatif dari kelangkaan bawang sekaligus mencari solusi yang tidak merugikan salah satu pihak.

"Dalam memberikan ijin impor, pemerintah harus memperhatikan musim panen dalam negeri agar tidak terjadi over stock. Misalnya dengan membolehkan impor setelah panen dalam negeri selesai atau impor dilakukan jika memang sudah pasti ada kekurangan pasokan untuk kebutuhan bawang dalam negeri," demikian Marwan. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya