Berita

endriartono sutarto

Jenderal Endriartono: Kalau Presiden Merasa Digoyang, Mestinya bukan Luhut Cs yang Dipanggil

KAMIS, 14 MARET 2013 | 05:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Susilo Bambang Yudhoyoho mestinya mengundang Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) kalau merasa ada yang ingin menjatuhkannya di tengah jalan sebelum masa pemerintahannya berakhir pada 2014 mendatang.

Demikian dikatakan mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Endriartono Sutarto kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 14/3).

"Kalau memang itu maksudnya, ngundang-nya bukan grup Pak Luhut Panjaitan dong. Grup Pak Luhut Panjaitan tidak mewakili semua purnawirawan. Tentunya Pepabri yang mesti diundang. Karena itu merupakan organisasi resmi yang mengikat semua purnawirawan TNI dan Polri. Kalau itu (ada yang menjatuhkan SBY) yang dimaksud (dalam pertemuan itu)," jelasnya.


Tujuh jenderal purnawirawan Tentara Nasional Indonesia kemarin sore bertemu Presiden SBY di Istana Negara. Mereka adalah Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan, Jenderal (Purn) Fahrul Rozi, Letjen (Purn) Agus Wijoyo, Letjen (Purn) Johny Josephus, Letjen (Purn) Sumardi, dan Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy.

Usai pertemuan Luhut Panjaitan mewakili enam mantan perwira tinggi TNI lainnya menyatakan pemerintahan SBY-Boediono harus berjalan hingga 2014 dan menolak penggulingan pemerintahan di tengah jalan. Dia mengatakan menerima informasi adanya upaya agar pemerintahan SBY-Boediono tidak berjalan hingga di akhir masa jabatan di 2014.

"Tapi mengenai pertanyaan Pak Luhut, saya sependapat bahwa apapun yang terjadi kita harus mempertahankan sampai 2014. Kalau tidak, bangsa ini akan setback ke belakangan puluhan tahun. Yang rugi kan rakyat juga. Karenanya jangan pernah terpikir oleh siapapun untuk menurunkan Pak SBY sebelum 2014," tandasnya. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya