Berita

Puan Maharani

Wawancara

WAWANCARA

Puan Maharani: Kami Yakin Jokowi Masih Punya Etika

RABU, 13 MARET 2013 | 09:28 WIB

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) diyakini tidak akan meninggalkan PDI Perjuangan demi menjadi capres atau cawapres 2014.

“Kami yakin Jokowi masih punya etika dalam berpolitik. Beliau akan memberikan contoh kepada masyarakat mengenai politik yang benar,’’ kata Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, PKB dan Partai Nasdem menjagokan Jokowi menjadi capres.


Sementara Partai Golkar dan PAN mengelusnya menjadi cawapres.

Puan Maharani selanjutnya mengatakan, Jokowi memang sudah dikenal luas di masyarakat, tapi apa begitu mudah berpindah partai.

Berikut kutipan selengkapnya;

Bukankah itu mungkin saja terjadi karena tergiur menjadi capres?
Semuanya dikembalikan ke Jokowi. Sebab, tidak ada aturan atau undang-undangnya yang menyatakan bahwa parpol yang sudah mengusung dan menjadikannya sebagai eksekutif tetap harus berada di partai politik itu.

Kemudian partai politik itu juga tidak bisa memberhentikan orang tersebut. Sebab, begitu menjadi eksekutif, orang itu sudah terikat dengan Undang-undang yang berlaku sebagai pejabat eksekutif. Bukan lagi terikat Undang-Undang Parpol.
 
Kalaupun terjadi penarikan dukungan partai, tentunya tidak berimplikasi apa-apa. Sebab, mereka bisa pindah ke partai mana saja.

Jokowi diminati beberapa parpol, apa menguntungkan atau merugikan PDI Perjuangan?
Saya belum tahu untung dan ruginya kalau Jokowi diminati parpol lain menjadi capres atau cawapres.  Yang jelas, sesuai dengan hasil Rakernas PDI Perjuangan di Bandung bahwa Ketum yang menentukan capres atau cawapres dari PDI Perjuangan.

Sejauhmana efektivitasnya dengan mengikutkan Jokowi sebagai Jurkam?
Sampai hari ini belum bisa kami lihat, apakah  suaranya naik atau tetap.  

Apa tidak menyiapkan kader-kader seperti Jokowi?
Dari dulu kita mencoba mempersiapkan hal itu. Kami berharap bahwa regenerasi dan kaderisasi sebagai parpol yang ingin modern, pola seperti ini harus dilakukan dari dulu sampai sekarang dan seterusnya.
 
Kok tidak ada yang lain?
Itu dia, kalau belum muncul itu kan proses yang terjadi di parpol. Kita tunggu saja.

Oh ya, apa sudah ada langkah untuk penentuan calon presiden?
Kembali lagi semuanya tergantung ketum, tentunya langkah-langkah akan diambil setelah melihat gelagat dan dinamika menjelang 2014. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Dubes Iran Halalbihalal ke Kediaman Megawati

Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:03

Idulfitri 1447 H, Cak Imin: Saatnya Saling Memaafkan dan Merawat Persaudaraan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:00

Prabowo Sebut Pemulihan Aceh Tamiang Nyaris Rampung

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:55

Megawati Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga dan Sahabat Terdekat

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:40

Pesan Gibran di Idulfitri: Jaga Persatuan dan Kebersamaan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:32

IEA Ajak Warga Dunia Kerja dari Rumah demi Redam Harga Energi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:49

Iran Klaim Kemenangan, Mojtaba Sebut Musuh Mulai Goyah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:20

Prabowo Halalbihalal dan Bagi Sembako ke Warga Aceh Tamiang

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:58

Harga Minyak Turun Tipis ke Kisaran 109 Dolar AS

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:47

Pesan Idulfitri: Lima Pelajaran Ramadan untuk Kehidupan yang Lebih Bertakwa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:39

Selengkapnya