Hanya ada tiga tokoh Partai Demokrat yang layak untuk memimpin partai tersebut untuk menggantikan Anas Urbaningrum yang berhenti setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka proyek Hambalang.
"Menurut kami, di antaranya bisa Saan Mustopa, Tridianto, Marzuki Alie," ujar pengamat politik dari The Indonesia Reform Martimus Amin kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 13/3).
Martimus beralasan, karena ketiga figur terebut memiliki track record yang menonjol. Saan Mustopa, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, adalah mantan aktivis mahasiswa, yang tak perlu diragukan komitmennya terhadap demokrasi. Semenara Tridianto, mantan Ketua DPC Demokrat Cilacap, adalah anak muda yang idialis dan konsisten.
"Sedangkan Marzuki Alie sosok dikenal dengan keberaniannya menyuarakan agar Ibas dan Ani Yudhono disidik oleh KPK atas dugaan penerimaan dana haram dari eks Bendum Partai Demokrat M Nazarudin. Serta penegasannya agar SBY tidak melakukan intervensi kepada KPK," beber Martimus.
"Hanya nama-nama ini terpantau di publik mempunyai
track record yang pro demokrasi," katanya lagi.
Tetapi selain ketiga nama itu, menurut Martimus, tidak ada salahnya peserta Kongres mengukuhkan Anas kembali sebagai Ketum Partai Demokrat untuk penyelamatan demokrasi ke depan.
"Status tersangka Anas tidak menghalanginya dipilih atau dikukuhkan kembali. Apalagi semua pihak tahu bahwa bobot politik lebih mewarnai proses hukum Anas," tandasnya.
[zul]