Berita

prabowo-sby

Belasungkawa Prabowo atas Meninggalnya Chavez Antisipasi Dampak Negatif Bertemu SBY

SELASA, 12 MARET 2013 | 18:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Prabowo Subianto kemarin menyambangi Kedutaan Besar Venezuela di Jakarta untuk menyampaikan duka cita atas meninggalnya Hugo Chavez.

Kunjungan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu ditengarai untuk mengimbangi dampak negatif pertemuannya dengan Presiden SBY, yang digelar setelah menyambangi Kedubes Venezuela tersebut.

"Dia mem-balance pertemuan dia dengan SBY itu. Jadi itu supaya mengimbangi berita buruk dia yang memuji-muji SBY. Itu sebenarnya strategi yang salah," ujar pengamat ekonomi politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online tadi malam (Senin, 11/3).


Presiden SBY dikenal pro kapilalisme. Hal ini bisa dilihat dari kebijakan-kebijakannya dan menteri-menterinya yang banyak berpikiran neoliberal. Sementara Chavez adalah antikapitalisme.

Menurutnya, kalau betul-betul mau menunjukkan belasungkawa, kenapa mantan Danjen Kopassus itu tidak mengungkapkannya pada saat pemimpin revolusioner itu meninggal, yaitu pada Selasa (5/3) lalu.

"Harusnya begitu Chavez meninggal langsung mengeluarkan statemen. Seluruh pemimpin kan menyampaikan duka cita di hari pertama meninggal. Jadi dia ini terlambat," demikian Syahganda, mantan aktivis ITB yang saat ini Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle ini.

Sebelumnya Syahganda menilai pertemuan dengan SBY merugikan Prabowo. Karena Prabowo akan dianggap sama dengan SBY, yang kebijakannya banyak ditentang publik.

"Saat ini orang menunggu dia (Prabowo) sebagai figur alternatif. Sebenarnya, kalau ketemu bisa saja. Tapi jangan kesannya itu muji-muji ekonomi SBY, sama-sama punya visi ekonomi kerakyatan. Mestinya ini kesempatan bagi Prabowo mempertahankan citra itu (yang sebaliknya dari SBY)," jelas Syahganda.

Karena itu menurut Syahganda, pertemuan itu akan mengurangi keyakinan rakyat kepada jenderal bintang tiga tersebut. Bahkan, SBY yang diuntungkan atas pertemuan itu karena dianggap bisa mengendalikan Prabowo.

"Kalau bertemu Mega, SBY nggak bisa. Karena Mega maunya bertemu di tempat yang netral, tidak di Istana. Misalnya kemarin (Minggu, 10/3) di acara (penganugerahan doktor honoris causa) Taufiq Kiemas. Kesannya (SBY-Mega) sama kuat. Kalau ini, orang akan menganggap Prabowo tidak kuat," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya