Berita

dahnil anzar simanjuntak

MUI Tak Boleh Lepas Tangan Kasus Pembobolan Dana Nasabah PT GTIS

SELASA, 12 MARET 2013 | 13:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak boleh melempar tanggung jawab dalam kasus pembobolan uang nasabah oleh pihak management PT GTIS (Golden Traders Indonesia Syariah). Pasalnya, banyak nasabah yang tertipu dengan bisnis berlabel syariah itu.

Setidaknya, MUI bisa memberikan kejelasan tentang pengembalian dana nasabah yang diduga dilarikan oleh Michael Ong, petinggi PT GTIS.

Hal itu disampaikan ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 12/3).


"Bagaimanapun juga, sebagian besar nasabah mau investasi di GTIS justru karena perusahaan itu berlabel syariah. Karena itu, MUI tidak bisa mengatakan bahwa itu murni kecurangan pihak management. Sebagai pemberi label Syariah, MUI semestinya ikut bertanggung jawab," jelasnya.

Selama ini MUI, menurut Dahnil, menggunakan label syariah sebagai justifikasi meraup keuntungan tapi mengabaikan pengawasan yang ketat dan benar sesuai tuntutan muamallah dalam ekonomi syariah. Sehingga seringkali justru memberikan efek buruk bagi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Karena, regulator dan pengawas justru berhenti berharap memperoleh keuntungan an sich tapi abai tanggungjawab syariah yang diemban.

"Selain itu, pernyataan-pernyataan MUI yang mengatakan mereka tidak berperan dalam perusahaan itu harus diluruskan. Pernyataan itu terbukti telah menimbulkan keresahaan di masyarakat," ungkap Dahnil.

Beredar kabar bahwa dana nasabah sudah sulit dikembalikan. Dan sejauh ini, belum ada kejelasan tentang langkah-langkah apa saja yang telah diambil oleh pihak management dalam menyelesaikan persoalan yang ada.

"MUI tidak boleh berdiam diri. Jangan sampai muncul kesan, MUI hanya senang menerima janji 10 persen dari keuntungan. Sementara resiko yang ada tidak mau dilibatkan sama sekali. Ini preseden buruk bagi MUI terutama bagi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia," katanya mengingatkan.

Apalagi saat ini beredar nama KH Aziddin yang menjadi Direktur perusahaan itu. Semua sudah mafhum bahwa nama tersebut tidak memiliki record baik. Terbukti, pada tahun 2006 lalu, Badan Kehormatan DPR merekomendasikan pemecatan yang bersangkutan dari keanggotaannya di DPR dari Fraki Demokrat.

Karena itu, Negara harus campur tangan dan bertindak tegas terhadap kasus ini. Demikian juga dengan Ulama-ulama yang peduli dengan perkembangan dan eksitensi ekonomi syariah di Indonesia, Jangan sampai lembaga terhormat seperti MUI hanya menjadi kumpulan para pemburu rente dan mengorbankan perkembangan ekonomi syariah yang sudah lama diperjuangkan oleh para ulama dan ekonom Islam.

"Selain mengejar pihak management yang melarikan dana nasabah, pihak kepolisian dan aparat keamanan juga diminta untuk mengusut keterlibatan para pengurus MUI di dalam bisnis itu," tandas pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang Banten ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya