Berita

m. nazaruddin

Jangan Heran Kalau Nazaruddin Tak Lagi Ganggu Ibas

KAMIS, 07 MARET 2013 | 07:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Banyak kalangan, salah satunya Wakil Ketua DPD La Ode Ida mempertanyakan kenapa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin tiba-tiba diam dan tak berani lagi mengumbar adanya dugaan keterlibatan putra bungsu Presiden, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dalam aliran dana korupsi.

Jawaban atas pertanyaan itu sebenarnya mudah.

"Jawabnya mudah. Bahwa kasus-kasus yang dilontarkan dari mulut Nazarudin baik tuduhan (menerima mobil) Harrier kepada Anas (Urbaningrum) dan penerimaan dana haram Ibas sebesar 900 USD, sarat ditunggangi kepentingan politik tak bernurani daripada mengedepankan spirit supremasi hukum," jelas pemerhati politik dan hukum dari The Indonesian Reform, Martimus Amin (Kamis, 7/3).


Martimus menjelaskan, tuduhan terhadap Anas terus dikipasi dan dipaksakan sebagai tersangka agar dapat dilengserkan dengan mudah dari jabatannya. Sungguhpun aspek bukti lemah, itu urusan belakangan. "Sebab Anas memang bayi yang lahir tidak dikehendaki 'Don'," ungkapnya.

Sementara, meski Cikeas terlilit skandal dengan bukti seabrek-abrek, proses penegakan hukumnya nihil karena lembaga hukum terkooptasi.

Atas berbagai tuduhan yang dialamatkan kepaa Cikeas itu, jelas Martimus, Ketua DPR Marzuki Ali menuntut skandal penerimaan dana haram oleh ibas diusut tuntas oleh KPK. Bahkan Marzuki dengan tegas menghimbau SBY tidak melakukan intervensi KPK.

Menurut Martimus, pernyataan Marzuki yang juga elit Demokrat itu cermin sikap ketidakpuasannya mercermati kondisi hukum yang tidak beres di tanah air ini.

Kemarin malam, di acara Indonesia Lawyers Club, pengacara Nazaruddin, Junimart Girsang, mengaku mendapat bisikan baru dari kliennya pada Sabtu pekan lalu.

Kepada Junimart, Nazar menjelaskan dirinya menyebut nama Ibas saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus Angelina Sondakh. Saat itu nama Ibas disebut Nazar terkait pembuatan 1 juta kalender Anas Urbaningrum, bukan Hambalang.

Selain dalam kasus kalender Anas ini, tegas Junimart, Nazaruddin tak menyebut nama Ibas. "Sampai saat ini Nazar belum pernah menyebut ada aliran dana  ke Ibas," ungkap Junimart. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya