Berita

hatta rajasa/ist

CENTURYGATE

Tim Intelijen Dikerahkan Buru Orang yang Memfitnah Hatta Rajasa

RABU, 06 MARET 2013 | 09:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sikap politik Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa dalam penuntasan kasus bailout Bank Century jelas. Di berbagai kesempatan, Menko Perekonomian itu meminta KPK untuk mengusut tuntas kasus tersebut agar tak jadi beban sejarah.

"Dan (Hatta Rajasa) meminta KPK untuk menghukum pelakunya," tegas Kuntum Basa, Ketua Umum Garda Muda Nasional, organisasi sayap PAN, kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 6/3).

Karena itu, Kuntum mencurigai ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan situasi, bermain di air keruh dengan menyeret-nyeret besan Presiden SBY itu dalam megaskandal bailout Bank Century.


Karena, usai Timwas Century bertemu mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, nama Hatta Rajasa tiba-tiba diberitakan media tertentu termasuk salah seorang yang menerima aliran dana talangan untuk bank, yang saat ini bernama Bank Mutiara tersebut.

"Kami nyatakan hal tersebut tidak benar. Anas tidak pernah bicara seperti itu. Silahkan konfirmasi ke saudara Anas," tegas Kuntum, mantan Ketua Umum HMI Ciputat ini.

Kuntum menegaskan, Hatta Rajasa orang yang bersih, jujur dan taat kepada Tuhan. Dan itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari Menko Perekonomian tersebut.

"Kalau ada yang coba-coba memfitnah dan mengganggu beliau, maka saya dan rekan-rekan GMN se-Indonesia menyatakan perang. Silahkan langkahi mayat saya, sebelum sentuh beliau," tegas Kuntum.

Kuntum pun sudah mengerahkan tim intelijen GMN untuk terus menelusuri pihak-pihak yang telah melakukan perbuatan keji tersebut. "Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Tidak akan masuk surga orang yang berbuat fitnah dan adu domba," kata Kuntum mengingatkan.

Anggota Timwas sendiri, seperti Ahmad Yani dan Sarifudding Sudding menjelaskan, bahwa nama-nama yang saat ini ramai disebut menerima aliran dana Century bukan berasal dari mereka. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya