Berita

Eddy Santana Putra

JELANG PILGUB SUMSEL

Kehidupan Keluarganya Dijadikan Komoditas Politik, Cagub PDIP Merasa Dizolimi

SENIN, 04 MARET 2013 | 20:00 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Calon gubernur Sumatera Selatan dari PDI Perjuangan Eddy Santana Putra merasa jengah persoalan keluarganya dan dijadikan konsumsi publik. Karena itu, dia menjawab seputar kehidupan rumah tangganya, yang ramai dibicarakan belakangan ini.

Proses cerai dengan istrinya, Srimaya Haryanti, diakui sedang berjalan di Mahkamah Agung setelah pengadilan agama dan pengadilan tinggi mengabulkan gugat cerai yang ia ajukan.

"Itu (pisah cerai) pilihan terbaik. Risiko terberat yang harus saya ambil, saya juga ingin menjadi keluarga yang bahagia," kata Eddy Santana di kediamannya kemarin.


Dalam kesempatan itu, Eddy Santana mengingatkan agar semua pihak termasuk para calon gubernur untuk tidak menjadikan masalah keluarganya sebagai komoditas politik.

Karena ada indikasi dan ditemukan bukti-bukti, kalangan aktivis perempuan mengeksplorasi masalah keluarga Eddy Santana sebagai jualan politik. Ditengarai, gerakan itu dilakukan atas pesanan dan lawan politik, sebagai kampanye hitam (black campaign).

"Ini bukan kategori negative campaign dan black campaign lagi, tetapi masuk kategori tindakan kriminal. Karena tindakan kriminal, kita lapor ke polisi dan kita meminta secara pribadi dan organisasi agar penegak hukum bertindak sesuai prosedur penegakan hukum," kata Eddy Santana.

Menghadapi Pilgub Sumsel, Eddy Santana Putra menggandeng Anisja Djuaita Supriyanto alias Wiwiet Tatung.

"Selama ini kita sudah sama-sama bersosialisasi bersama Ibu Wiwiet. Tetapi kita tetap menunggu keputusan DPP (DPP PDI Perjuangan). Calon lain tetap terbuka kemungkinan, calon mana menurut pertimbangan pling layak, tunggu tanggal 7 Maret saya akan deklarasikan," demikian Eddy. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya