Berita

ibas-sby-ani

Rumor di Sekitar Keluarga Presiden

SENIN, 04 MARET 2013 | 12:05 WIB | OLEH: ABDULRACHIM K

SEJAK muncul berita di Tempo.co bahwa  SBY  menggebrak meja 2 kali pada  23 Mei 2011  di Cikeas karena Nazaruddin mengatakan bahwa Ibas menerima dana kas Partai Demokrat dan Ani Yudhoyono menerima $ 5 juta dari Pertamina, beredarlah rumor disekitar keluarga Presiden.

Pada waktu itu rumor tersebut belum menjadi isu politik yang kuat karena masih cukup banyak masyarakat yang masih meragukan kebenarannya.

Namun belakangan ini, setelah makin banyak pernyataan Nazaruddin yang  terbukti soal Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum dan lain-lain, maka pernyataannya soal Ibas dan Ani  Yudhoyono telah menjadi isu politik. Beberapa TV telah membahas dan menayangkannya berulang-ulang dan di antaranya mewawancarai  Oce Madril Ketua PUKAT UGM (Pusat Kajian Anti Korupsi UGM).


Karena sudah menjadi isu politik maka Presiden SBY dan atau Ibas dan Ani Yudhoyono harus memberikan klarifikasi dan klarifikasi yang paling kredibel adalah bila diserahkan kepada KPK untuk memeriksanya. Hal itu juga sangat penting untuk 2 alasan.

Yaitu, pertama, untuk menegaskan bahwa pidato SBY beberapa waktu yang lalu bahwa akan menghunus pedang untuk menegakkan hukum itu bukan hanya pidato pencitraan tetapi memang betul-betul akan melaksanakannya. Kedua, untuk mencegah berkembangnya isu ini di masyarakat secara liar tidak terkendali misalnya mengimajinasikan Ani Yudhoyono seolah-olah sama dengan Imelda Marcos.

Jabatan Presiden RI menimbulkan godaan yang luar biasa menggoda bagi dirinya dan keluarganya. Ibaratnya apapun yang diinginkannya akan ada pihak lain yang segera menyediakannya. Demikian mudahnya.

Namun Presiden RI yang juga adalah Kepala Negara RI mempunyai  fungsi sebagai simbol Negara. Karena itu keluarganya harus bersih dari kasus, terhormat dapat menjadi contoh dan panutan seluruh rakyat. Rakyat harus mempunyai rasa bangga bila membicarakan tentang Presiden RI dan keluarganya.

Bila hal itu terjadi, maka akan menimbulkan semangat kerja, produktivitas, kreativitas bagi masyarakat karena mereka merasa diayomi, dilindungi dan diperhatikan. Sebaliknya para kepala daerah dan keluarganya juga akan merasa takut untuk berbuat yang menyimpang sehingga akan mempunyai efek berantai yang luas ke semua tingkat pejabat dan akhirnya akan membuat rakyat mempunyai rasa tenang dalam bekerja untuk keluarganya. [***]

Penulis adalah aktivis 77/78

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya