Berita

Dunia

Para Napi Terpaksa Tidur Bergiliran, AS Bangun Penjara Baru di Haiti

SABTU, 16 FEBRUARI 2013 | 10:09 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan membangun dua penjara baru di pedesaan Republik Haiti sebagai upaya mengatasi kepadatan jumlah narapidana di penjara-penjara negara yang terletak di Laut Karibia itu.

Pejabat AS mengkhawatirkan kepadatan yang berlebihan di penjara malah menimbulkan wabah penyakit dan kekerasan di dalam sel.

Direktur Bagian Urusan Narkotika di Kedutaan Besar AS di Haiti, Carl Siebentritt, seperti dilansir Associated Press (Sabtu, 16/2), mengatakan bahwa penjara akan dibangun di kota Petit Goave dan Cabaret.


"Penjara begitu penuh sesak. Para tahanan saat ini ditahan di kantor polisi sementara," kata Siebentritt.

Dengan membangun penjara baru yang berstandar HAM internasional, Departemen Luar Negeri AS berusaha untuk meringankan para narapidana yang berdesak-desakan dan untuk mengurangi penyebaran penyakit dan mencegah kekerasan.

Biro Departemen Narkotika Internasional dan Urusan Penegakan Hukum memperkirakan bahwa proyek ini akan menelan biaya antara US$ 5 juta dan US$ 10 juta.

Haiti termasuk salah satu negara yang memiliki beberapa penjara terburuk di dunia, yang terkenal penuh sesak dan tidak sehat. Para narapidana seringkali bergiliran tidur pada malam hari karena kurangnya ruangan.

Rencananya, Lembaga Pemasyarakatan akan dibangun di Cabaret, sebuah kota berjarak 32 kilometer dari ibukota Haiti dan di Petit Goave sekitar 70 kilometer dari Port-au-Prince. Dan, untuk meningkatkan keterampilan para narapidana perempuan, dalam dua penjara ini juga akan dibangun sebuah industri tekstil. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya