Berita

ahmad mubarok

KISRUH DEMOKRAT

Prof. Ahmad Mubarok: Tunggu 2-3 Hari Ini

JUMAT, 08 FEBRUARI 2013 | 10:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Prof. Ahmad Mubarok tidak ikut dalam pertemuan dengan Presiden SBY tadi malam di Ciekas, Bogor.

"Saya kan tidak ikut. Itu bukan pertemuan Dewan Pembina. Hanya (pertemuan SBY dengan) empat orang menteri saja," katanya saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Jumat, 8/2).

Empat menteri yang terlibat dalam pertemuan itu adalah Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hasan, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo.


Karena itu, Prof. Mubarok tidak tahu apa isi dan hasil pertemuan tersebut. "Saya nggak tahu. Saya belum dengar informasinya," jelasnya.

Begitu juga soal kabar pertemuan akan digelar kembali di Cikeas, Gurubesar Psikologi Islam UIN Jakarta ini mengaku belum tahu. "Belum ada undangan. Nggak tahu," ungkapnya.

Meski begitu, dia yakin sudah ada solusi untuk mengatasi kisruh yang ada di partai penguasa itu. Meski dia belum mau buka-bukaan. "Ya tunggu saja. Kalau lagi begini tak bisa diomongin. Tunggu sajalah dua tiga hari ini," elaknya.

Dia yakin tidak akan ada penggulingan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. Karena, beberapa elit Demokrat yang sebelumnya meminta Anas legowo mundur sudah meralat. "Kan sudah bilang nggak. Kan sudah membantah sendiri. Jadi nggak usah dikomentari. Wong dia sudah membantah kok." tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya