Polemik yang terjadi di lingkaran internal Partai Demokrat dinilai tidak produktif bagi partai. Isu-isu yang dikeluarkan ke publik sama sekali tidak mendatangkan keuntungan. Malah sebaliknya, pihak-pihak eksternal yang lebih banyak menikmati.
Demikian disampaikan pengamat politik dari FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Saleh P. Daulay kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 7/2).
"Semestinya kader-kader Demokrat lebih fokus untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi Pemilu Legislatif. Apalagi, Pemilu Legislatif tinggal 1 tahun 3 bulan lagi. Dengan berpolemik, energi positif akan tersita dan pekerjaan rumah Demokrat bisa saja terbengkalai," ungkap Saleh.
Selain itu, banyaknya polemik politik yang menghiasi media berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada partai-partai politik. Hasil-hasil survei yang belakangan ini dirilis menunjukkan bahwa ada penurunan tingkat kepercayaan terhadap parpol. Dinamika politik memang selalu ada dan kadang tidak bisa dihindarkan. Tetapi tidak semua dinamika itu harus dipublikasikan kepada publik.
Di tengah sorotan publik kepada Partai Demokrat, semestinya para politisi Demokrat berusaha menunjukkan prestasi konstruktif dalam melayani masyarakat.
"Sebagai partai penguasa, masih banyak program yang dijanjikan dan perlu direalisasikan. Justru kepercayaan masyarakat terhadap partai politik sangat tergantung pada upaya serius mereka dalam memberdayakan dan mengadvokasi masyarakat," tandas Saleh.
[zul]