Berita

presiden sby

SBY Sudah Punya Solusi Selamatkan Demokrat

KAMIS, 07 FEBRUARI 2013 | 16:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat berjanji akan mengungkapkan solusi untuk menyelamatkan partainya seusai menjalankan tugas kenegaraan di empat negara.

Namun, ketika tiba di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, SBY mengatakan ia masih perlu berdiskusi dengan sejumlah elit Demokrat sebelum mengungkapkan solusi yang dimaksud.

"Waktu di Jeddah saya katakan insya Allah saat saya menjalankan ibadah umroh saya akan memohon pertolongan Tuhan agar saya bersama pimpinan partai mendapatkan solusi  tepat. Saya sudah memiliki opsi dan solusi. Tapi tidak bagus saya sampaikan di sini sebelum saya bertemu dengan yang lain-lain," ujar Presiden di dalam pesawat Garuda sesaat sebelum mendarat di bandara, Kamis sore (7/2).


Pernyataan ini tentunya jauh dari harapan sejumlah pihak maupun kader yang sudah menyimak janji Presiden bahwa begitu ia tiba di tanah air akan langsung memberikan solusi terbaik.

Solusi yang dijanjikan Presiden ini sendiri diungkapkan setelah Menteri ESDM Jero Wacik menyebut partainya tengah goyah dengan elektabilitas hanya 8,3 persen dan membutuhkan turun tangan langsung dari SBY sebagai Ketua Dewan Pembina PD.

Permintaan Jero ini juga disambung sejumlah kader partai lainnya, sehingga membuat Presiden yang tengah berada di empat negara ikut terusik.

"Saya akan memohon petunjuk Allah agar saya dituntun dalam mengambil keputusan yang baik untuk menyelamatkan Partai Demokrat, tentu solusi yang akan saya pilih nanti tentu benar-benar rasional. Semua itu bisa terlaksana setelah mendapat ridho dari Allah SWT, “ kata SBY di Jeddah, Senin (4/2) lalu.

Selain kembali menjanjikan solusi, begitu tiba di Indonesia, SBY juga mengkritik sejumlah pemberitaan tentang kisruh Partai Demokrat di media massa yang ia simak selama berada di luar negeri.

"Banyak berita dari tanah air. Saya pikir semua ada yang relevan dan ada yang tidak relevan. Ada yang konstektual, ada yang menyimpang. Sebenarnya secara rasional saya sudah dapatkan solusi, tapi tidak disampaikan di sini dulu," tandas Presiden. [jpnn/zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya