Berita

presiden SBY

AA: Jakarta Post Tak Ingin SBY Jadi Tokoh Dunia

KAMIS, 07 FEBRUARI 2013 | 07:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pihak Istana menyesalkan pemberitaan Jakarta Post mengenai laporan pajak Presiden SBY dan dua anaknya, Mayor Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono. Menurut salah seorang Staf Khusus Presiden, Andi Arief, tampaknya harian milik kelompok Kompas Gramedia itu punya agenda lain, yakni tak ingin SBY jadi tokoh dunia.

"Saat Pak Boediono berkunjung  ke Australia untuk membangun hubungan diplomasi berbagai isu penting, harian Jakarta Post mengangkat isu bocoran Wikileaks yang mendiskreditkan SBY dan keluarga," ujar Andi Arief dalam pesan yang pancarluaskannya pagi ini (Kamis, 7/2).

"Sekarang Jakarta Post menebar kabar tak benar  tentang pajak keluarga SBY di saat SBY sebagai pemimpin negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia yang mampu menyatukan Syiah dan Sunni berbicara di sidang OKI di Mesir," sambungnya.


Harian Jakarta Post, sambungnya, bulan September 2012 juga menulis berita yang membangun opini buruk seolah-olah SBY tak bisa berbahasa Inggris. Saat itu, SBY bersama Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dan Perdana Menteri Inggris David Cameron menggelar jumpa pers di Hotel Millenium Plaza, New York, usai pertemuan membahas agenda pembangunan dunia 2015.

Andi Arief menduga Jakarta Post tak begitu nyaman jika SBY menjadi tokoh dunia. Dia juga khawatir Jakarta Post tak begitu peduli apakah berita yang ditulis benar atau salah sehingga dunia internasional yang merujuk harian berbahasa Inggris itu menganggap image pemimpin Indonesia buruk dan menutup isu penting yang dibicarakan saat pemimpin dunia bertemu.

Pada bagian akhir dia mengatakan: "Kita wajib menjunjung kebebasan pers. Namun kita juga bebas menilai agenda sebuah media yang "hobi" membuat citra Indonesia dan pemimpinnya buruk di dunia internasional. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya