Berita

Saiful Mujani Research & Consulting Diminta Tak Membodohi Masyarakat

SELASA, 05 FEBRUARI 2013 | 17:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kritik atas hasil survei yang dirilis Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Minggu kemarin (3/2) semakin menguat. Setelah Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, kritik yang sama disampaikan pentolan Partai Amanat Nasional (PAN).

Barisan partai berlambang matahari biru ini tidak percaya atas hasil survei SMRC yang menunjukkan elektabilitas partai pimpinan Hatta Rajasa itu hanya 1 persen.

"Itu mungkin penelitinya ngantuk atau waktu nulis malu-malu mau nulis PAN di angka 14 %," ujar Ketua Umum Garda Muda Nasional (GMN), sayap PAN, Kuntum Khoiru Basya kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 5/2).


Kuntum menilai data tersebut terlalu dimanipulasi. Hal itu terjadi karena para surveyor lembaga tersebut ditengarai sudah tidak pakai akal sehat lagi.

"Kita semua tahu kalau survei-survei itu hasil bayaran tertentu. Kita fair saja. Dari mana mereka dapat dana untuk melakukan penelitian kalau tidak ada yang menyandang dananya," ungkap Kuntum.

Kuntum menegaskan, PAN saat ini adalah partai besar. Anggotanya pun sudah tersebar di seluruh penjuru Indonesia dan dari beragam lapisan masyarakat. Terlebih, pada kepemimpinan Hatta Rajasa ini, ada banyak organisasi sayap yang dibangun.

"Kalau dulu PAN hanya mempunyai BM PAN dan PUAN. Kini setelah dipimpin Hatta Rajasa, sudah ada GMN, PARRA, PANDU, MATARA. Dan semua terstruktur dari pusat, wilayah hingga daerah-daerah terpencil," ungkap Kuntum.

"Karena itu kita meminta agar para peneliti-peneliti tersebut tidak hanya sekadar mencari uang-uang receh lalu menafikan nilai-nilai dan norma-norma dari penelitian itu sendiri. Berdosa hukumnya membodohi masyarakat," demikian Kuntum.

Sebelumnya, Anas Urbaningrum merasa aneh dengan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

"Terus terang saya membandingkan hasil-hasil survei dari berbagai lembaga yang kredibel. Hasil survei yang terakhir itu sedikit agak aneh," kata Anas saat konferensi pers Seminar Nasional dan Pelantikan KAHMI di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (5/2).

Apa keanehan survei SMRC itu? Anas tidak mau menjelaskan. "Anda semua pasti tahu".

Dalam survei itu, elektabilitas Partai Demorkat disebut 8 persen. Sementara, dalam survei yang sama, masyarakat cukup puas atas kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).[zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya