Majelis Pertimbangan Ikatan Alumni Pondok Modern Gontor angkatan 2000 (Laviola 2000) Kuntum Khairu Basya meminta semua pihak untuk tidak mengait-ngaitkan kasus impor daging sapi dengan pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur tersebut.
Gontor merasa dirugikan kalau disebut-sebut pelaku tindak pidana penyuapan itu adalah alumni pesantren tersebut.
Karena faktanya, ujar Kuntum, Ahmad Fathanah, salah seorang tersangka dalam kasus tersebut, bukan alumni Gontor. Kuntum sudah mengeceknya ke pesantren tempat ia pernah nyantri tersebut. "Nama Fathanah tak pernah ada dalam nomor stanbuk siswa Gontor," ujar Kuntum kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 5/2).
Ahmad Fathanah adalah lelaki yang tertangkap tangan bersama mahasiswi bernama Maharani di sebuah kamar Hotel Le Meredien pada Selasa malam. Ahmad Fathonah disebut-sebut kurir Luthfi Hasan Ishaaq. Uang yang diamankan dari tangan Ahmad Fathonah itu dituding ditujukan kepada Luthfi Hasan Ishaaq.
Sementara Luthfi Hasan, yang juga mantan Presiden PKS itu diakui Kuntum pernah nyantri di Pesantren Gontor tapi hanya dua tahun. Sementara yang jelas, kata Kuntum, dua pimpinan KPK saat ini adalah alumni Gontor.
"Dua pimpinan KPK saat ini, Adnan Pandu Praja dan Busyro Muqoddas adalah alumni Gontor. Itu artinya produk keluaran Gontor tidak pernah main-main. Siapapun yang salah dan melanggar aturan, tak peduli sesama alumni, pasti juga akan kena akibatnya," demikian Kuntum.
[zul]