Berita

Pesantren Merasa Dirugikan Ahmad Fathanah Disebut Alumni Gontor

SELASA, 05 FEBRUARI 2013 | 11:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Majelis Pertimbangan Ikatan Alumni Pondok Modern Gontor angkatan 2000 (Laviola 2000) Kuntum Khairu Basya meminta semua pihak untuk tidak mengait-ngaitkan kasus impor daging sapi dengan pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur tersebut.

Gontor merasa dirugikan kalau disebut-sebut pelaku tindak pidana penyuapan itu adalah alumni pesantren tersebut.

Karena faktanya, ujar Kuntum, Ahmad Fathanah, salah seorang tersangka dalam kasus tersebut, bukan alumni Gontor. Kuntum sudah mengeceknya ke pesantren tempat ia pernah nyantri tersebut. "Nama Fathanah tak pernah ada dalam nomor stanbuk siswa Gontor," ujar Kuntum kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 5/2).


Ahmad Fathanah adalah lelaki yang tertangkap tangan bersama mahasiswi bernama Maharani di sebuah kamar Hotel Le Meredien pada Selasa malam. Ahmad Fathonah disebut-sebut kurir Luthfi Hasan Ishaaq. Uang yang diamankan dari tangan Ahmad Fathonah itu dituding ditujukan kepada Luthfi Hasan Ishaaq.

Sementara Luthfi Hasan, yang juga mantan Presiden PKS itu diakui Kuntum pernah nyantri di Pesantren Gontor tapi hanya dua tahun. Sementara yang jelas, kata Kuntum, dua pimpinan KPK saat ini adalah alumni Gontor.

"Dua pimpinan KPK saat ini, Adnan Pandu Praja dan Busyro Muqoddas adalah alumni Gontor. Itu artinya produk keluaran Gontor tidak pernah main-main. Siapapun yang salah dan melanggar aturan, tak peduli sesama alumni, pasti juga akan kena akibatnya," demikian Kuntum.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya