Berita

Waspada, Rakyat akan Beringas terhadap Aparat yang Sewenang-wenang Kalau Sudah Marah

SELASA, 05 FEBRUARI 2013 | 09:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Insiden yang dialami anggota TNI dari Koramil Danau Panggang, Kalimantan Selatan Praka M Ruspiani sungguh memprihatinkan. Dia dibakar hidup-hidup oleh massa di Desa Pasar Selasa, Sungai Tabukan, Kalsel pada Sabtu (2/2) malam kemarin.

"Astaghfirullah, lagi-lagi amuk massa yang melibatkan (korban) prajurit TNI," ujar pengamat sosial-politik senior AS Hikam (Selasa, 5/1).

Menurut Hikam, kejadian tragis yang dialami Ruspiani itu salah satu bukti bahwa keadilan yang tertunda hanya melahirkan petaka. Kasus seperti ini, dalam berbagai skala, masih terus saja terjadi.  Pemanfaatan oknum militer dan polisi oleh berbagai pihak tertentu untuk melakukan tindakan sewenang-wenangan terhadap rakyat.


"Karena takut kepada oknum-oknum tersebut, mula-mula rakyat memilih diam dan pasrah. Namun hati mereka terakumulasi kemarahan. Ketika terbuka celah untuk melampiaskan kemarahan, maka kebringasan massa adalah modus pelampiasan kemarahan," jelas Hikam.

Karena, diberitakan sebuah media, kemarahan warga kepada Ruspiani mencapai puncaknya setelah dia bersama empat temannya (warga sipil), menyegel sebuah rumah. Sebelumnya, mereka kerap meresahkan warga dengan bertindak sewenang-wenang.

Nah, setelah menyegel, kelompok tersebut bubar dan berpencar. Naas, tidak berselang, Ruspiani kembali melewati desa Pasar Selasa. Saat itu salah seorang warga setempat mengenalinya sebagai salah satu anggota kelompok yang melakukan penyegelan terhadap rumah warga.

"Bahayanya, bila aksi massa seperti ini menjadi berulang-ulang menjadi 'modus operandi' kehidupan masyarakat sendiri yang akan terganggu. Para penegak hukum dan aparat keamanan di negeri ini berfungsi memberi pengayoman kepada rakyat, bukan seperti praktik di Kalsel ini," tandas Hikam.[zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya