Berita

Dunia

Apakah China di Balik Pembajakan 250 Ribu Akun Twitter

MINGGU, 03 FEBRUARI 2013 | 11:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Twitter tidak menuding pihak manapun yang berhasil menjebol sistem pertahanan mereka dan membajak sekitar 250 ribu akun. Namun disebutkan bahwa pembajakan dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan kelemahan program Java.

"Serangan ini bukan karya pihak amatir. Dan kami tidak percaya ini kecelakaan yang diisolasi. Penyerang sangat canggih dan kami percaya perusahaan dan organisasi lain juga mengalami serangan yang sama akhir-akhir ini," ujar Direktur Informasi Twitter, Bob Lord, seperti dikutip dari CNN.

Sebelumnya pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri telah memperingatkan pengguna internet untuk tidak mengaktifkan program Java kecuali sangat membutuhkan.


CNN melaporkan bahwa serangan ini menyusul kebocoran keamanan pada sistem dua media berpengaruh, New York Times dan The Wall Street Journal. Pembobolan sistem kedua media besar ini dilakukan oleh pembajak China.

The New York Times curiga, aksi pembobolan itu berkaitan dengan liputan yang dinilai negatif mengenai Perdana Menteri Wen Jiabao. The Wall Street Journal juga memperkirakan pembajakan ini berkaitan dengan pemberitaan mereka mengenai China.

The Washington Post hari Jumat kemarin juga mengatakan bahwa mereka diserang. Serangan tersebut persis seperti yang dialami tahun 2011. Bloomberg News juga mengatakan diserang, namun tidak satu komputer pun berhasil ditaklukan pembajak.

Nah, apakah para pembajak Twitter juga berasal dari jaringan China? Sejauh ini hanya pembajak dan Twitter yang tahu. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya