Berita

luthfi hasan ishaaq

Ingat, Banyak Kasus yang Lebih Besar dari Kasus LHI

JUMAT, 01 FEBRUARI 2013 | 18:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

KPK diminta tidak tebang pilih dalam memberantas korupsi.

Kalau dapat bertindak cepat dalam kasus suap yang melibatkan Luthfi Hasan Ishaaq, yang telah mengundurkan diri kursi Presiden PKS, KPK diyakini juga dapat melakukan hal yang sama untuk kasus-kasus lainnya.

Sudah semestinya, KPK berlaku adil, profesional, dan proporsional dalam melakukan tugas-tugasnya.


"Saat ini muncul kesan bahwa KPK cepat dan tegas untuk kasus tertentu, sementara itu lambat dan labil dalam kasus lain," ujar pengamat politik FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saleh P. Daulay, (Jumat, 1/2).

Langkah-langkah KPK dalam memberantas korupsi akan semakin menjadi sorotan publik. Apalagi, tahun 2013 adalah tahun politik. Setiap penanganan kasus korupsi akan selalu dikaitkan dengan kepentingan politik.

Para petinggi PKS, misalnya, menduga adanya konspirasi dalam penanganan kasus LHI. Dugaan mereka, ada pihak-pihak tertentu yang ingin menghancurkan kredibilitas PKS.

"Bila dugaan ini betul, maka eksistensi KPK sebagai panglima pemberantasan korupsi akan dipertanyakan," sambung Saleh.

Untuk menghindari dugaan seperti itu, KPK diminta untuk juga menseriusi dugaan korupsi yang melibatkan petinggi partai-partai lain. Di dalam memori publik, ada beberapa kasus lain yang belum ditindaklanjuti. Padahal, kasus-kasus itu tidak kalah besarnya dari kasus yang melilit LHI. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya