Berita

jimly asshiddiqie

Prof. Jimly Asshiddiqie: Luthfi Hasan Ishaaq Terkesan Jadi Target

KAMIS, 31 JANUARI 2013 | 16:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mengungkapkan rakyat selalu menghormati dan percaya kepada proses hukum apalagi dilakukan oleh KPK.

"Kita selalu percaya itu," kata Jimly kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 31/) menanggapi penetapan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi.

Jimly sendiri melihat proses hukum yang dialami anggota Komisi I DPR itu sangat cepat. Lutfhi ditetapkan sebagai tersangka sekitar pukul 20.00 WIB (Rabu, 30/1) dan dijemput langsung pada malam itu juga.


"(Lutfhi dijadikan tersangka dan dijemput itu) tidak menunggu seminggu atau sebulan. Belum diperiksa, langsung dijadikan tersangka. Padahal yang tertangkap tangan orang lain," ungkapnya merujuk pada operasi tangkap tangan di Hotel Le Meredien, Selasa malam.

Karena itu, sambung Jimly agar kepercayaan kepada KPK tidak berubah, sebaiknya dua alat bukti mengenai keterlibatan Lutfhfi disampaikan ke publik. Jadi orang tidak menerka-nerka lagi.  "Jadi kalau misalnya, tidak diungkapkan dua alat bukti yang dianggap cukup itu orang jadi heran. Kok tiba-tiba begitu cepat prosesnya," ujar Jimly.

Sebelumnya usai menghadiri diskusi publik yang diselenggarakan Fraksi Partai Gerindra di Gedung DPR, Jakarta, Jimly melihat Luthfi ini seperti jadi target. "KPK menetapkan Luthfi Hasan Ishaq sebagai tersangka sangat cepat, hanya beberapa menit setelah penangkapan. Kesannya, PKS seperti menjadi target," kata Jimly. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya