Berita

suswono

Menteri Pertanian Akui Pernah Kontak dengan Luthfi Hasan Ishaaq

KAMIS, 31 JANUARI 2013 | 13:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Pertanian Suswono tak menampik bila dirinya pernah menjalin komunikasi dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.

"Ya pernah dong, masak saya enggak pernah telepon-teleponan," ucap Suswono usai mengikuti rapat koordinasi di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis (31/1).

Namun, seperti dilansir JPNN, Suswono membantah bila percakapan melalui telepon itu terkait permintaan Luthfi agar kuota impor daging sapi ditambah. "Enggak ada, enggak ada itu," tegas politikus PKS ini.


Untuk menguatkan tidak ada permintaan tambahan impor daging sapi, imbuh Suswono, dirinya mengirim surat ke Menko Perekonomian, Hatta Rajasa. Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa sapi di daerah siap memenuhi kebutuhan daging di Jakarta dan sekitarnya.

"Artinya tidak perlu tambahan impor. Makanya aneh, saya saja malah tulis surat ke Menko untuk tidak lagi impor. Itu sudah diamanatkan oleh Perdagangan, karena yang mewacanakan Perdagangan dengan alasan logis, takut inflasi akan naik," jelasnya.

Suswono mengaku sudah meninjau ke sentra-sentra sapi di daerah, eperti di Jawa Tengah, Jawa Timur dan NTT. Para pengusaha dan peternak sapi di daeah tersebut menyatakan siap mensuplai.

"Insya Allah nanti bulan Februari awal mereka akan melakukan penanganan dan akan rapat dengan Wakil Gubernur Pak Ahok. Serta siap untuk mensuplay berapa kebutuhan daging di DKI. Jadi masing-masing daerah juga sudah ditentukan, berapa ribu ekor," papar Suswono.

Kementerian Pertanian, sambung Suswono, meyakini bahwa sapi lokal yang ada di seluruh daerah mampu memenuhi kebutuhan daging masyarakat. Dengan begitu, maka keputusan melakukan impor sapi bukan prioritas.

"Setiap kekurangan daging solusinya bukan menambah impor, karena ekses impor yang tidak proporsional, nanti akan menekan peternak," pungkasnya.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya