Berita

luthfi hasan ishaaq

PRESIDEN PKS TERSANGKA

PKS harus Bubar Minimal Minta Maaf kepada Umat Islam

KAMIS, 31 JANUARI 2013 | 13:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penetapan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi oleh KPK betul-betul mengejutkan banyak kalangan. Tak hanya itu, kasus itu juga membuat beberapa umat Islam bersedih.

"Saya sedih bahkan menangis mendengarnya. Karena ini sudah mencoreng Islam. Selama ini Islam dikaitkan dengan teroris, sekarang korupsi," ujar Direktur Eksekutif Indonesian Constitutional Watch (Icon) Razman Arif Nasution (Kamis, 31/1).

Karena, dia mengatakan, PKS adalah partai yang berasaskan Islam dan selama  ini mengklaim sebagai partai dakwah. Bahkan logo partai PKS, sebut Razman, bergambar pintu kabah.


"Lambangnya kan pintu kabah itu. Tempat kita menghadap (saat shalat), menyerahkan diri kepada Allah. Tapi masya Allah ternyata presidennya diduga terkait korupsi daging sapi," ungkapnya.

Menurutnya, elit PKS tidak usah lagi mencari-cari alasan bahwa kasus ini pengalihan isu, persaingan politik jelang Pemilu 2014 dan sebagainya. Menurutnya, lebih baik PKS membubarkan diri.

"Pemimpin itu kan harus menjadi uswatun hasanah, suri tauladan. Tapi kalau pemimpin tertingginya sudah seperti itu, buat apa lagi. Karena bagaimana dengan anak buahnya. Sudah lah, lebih baik mereka membubarkan diri saja. Nggak perlu lagi berhenti atau nonaktif," imbuh Razman.

Apalagi, sambung Razman, selama ini tidak ada yang signifikan dilakukan oleh kader-kader PKS.

"Kalau pun tak mengundurkan diri, minimal semua petinggi partai mulai dari Majelis Syuro dan DPP PKS harus memberikan pernyataan menyesal dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam. Karena mereka membawa simbol Islam. Perbuatan Presiden PKS itu melecahkan Islam," tegasnya.

Dan ke depan, menurutnya, jangan lagi ada partai yang membawa-bawa agama dalam politik. "Dalam Islam itu ada istilah ulama, umaro (pemimpin negara), dan aghniya (orang kaya).  Lebih baik mereka jadi ulama saja kawal negara. Mereka tidak siap hadapi politik," tandas intelektual muda Islam, doktor jebolan Universitas di Malaysia ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya