Berita

istimewa

Gebrakan KPK Tangkap Presiden PKS Gusur Isu Skandal Pajak Keluarga Presiden SBY

KAMIS, 31 JANUARI 2013 | 09:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Langkah KPK dalam memberantas korupsi di patut diapresiasi. Sudah banyak pejabat negara yang akhirnya menjadi pesakitan akibat dari "keganasan" KPK dalam perang melawan korupsi.

Bahkan kemarin, KPK menetapkan Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq sebagai tersangka dan langsung melakukan penjemputan terkait kasus suap daging impor sapi. Keputusan KPK pun menghebohkan jagad negeri karena memang pemberitaannya juga sangat kencang.

"Pemberitaan begitu sangat besar sehingga menggusur kasus besar lain yang tidak kalah menghebohkan, yaitu dugaan skandal pajak keluarga Cikeas (Presiden SBY, Agus Harimurti dan Edhie Baskoro)," ujar Direktur Hukum dan Advokasi Masyarakat Visi Indonesia, Akbar Kiahaly kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 31/1).


Apalagi saat ini yang berkembang di masyarakat, jelasnya, kasus tangkap tangan di Hotel Le Meredien Selasa malam merupakan skenario besar dan terencana untuk menutupi berita kasus dugaan skandal pajak keluarga Cikeas tersebut.

"KPK harus menjawab isu ini dengan sebuah tindakan nyata dengan melakukan penyidikan dan penyelidikan atas kasus skandal pajak keluarga Cikeas ini," jelasnya.

Dia menjelaskan, isu skandal keluarga Presiden RI ini diberitakan oleh harian nasional berbahasa Inggris, Jakarta Post kemarin (Rabu, 30/1). Disebutkan, dalam dokumen Surat Pemberitahuan (SPT) SBY dan kedua anaknya  yang berhasil didapatkan, tidak menyebutkan detail sejumlah penghasilan mereka yang didapatkan sepanjang tahun 2011.

Karena itu, KPK Jilid III yang dikomandoi Abraham Samad harus kembali mengulangi sejarah gemilang KPK Jilid II dibawah kepemimpinan Antasari Azhar yang berani memenjarakan besan Presiden SBY waktu itu, Aulia Pohan. "KPK jangan pernah ragu dan takut akan ancaman yang sering muncul apabila KPK menangani kasus yang melibatkan orang yang berkuasa," tegasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya