Berita

sarifuddin sudding

Politik

Pasti Ada Pejabat Negara di Balik Kurir yang Ditangkap KPK Tadi Malam

RABU, 30 JANUARI 2013 | 08:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding meyakini pasti ada penyelenggara negara di balik seorang kurir yang tertangkap dalam sebuah operasi KPK di Hotel Le Meridian, Jakarta tadi malam.

Karena modus pejabat negara untuk melakukan korupsi saat ini ditengarai tidak lagi secara langsung menerima uang haram tersebut untuk menghindari tangkap tangan tapi melalui kurir.

"Modus-modus sekarang kan seperti itu menggunakan tangan-tangan kedua, ketiga dan seterusnya oleh para penyelenggara negara.  Saya setuju dengan langkah yang dilakukan oleh KPK," tegas Sudding kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 30/1).


Petugas KPK tadi malam mengamankan dua kantong kresek berisi uang pecahan Rp 100 ribu bernilai miliaran dan buku tabungan. Dalam operasi itu, petugas KPK mengamankan seorang pengusaha bernama Ahmad dan sopirnya bernama Syahruddin, seorang wanita bernama Rani serta seorang pria yang disebut-sebut berperan sebagai saksi.

"Dan itu harus ditesuri siapa di balik kurir-kurir itu. Pasti ada penyelenggara negara itu. Harus dibongkar oleh KPK," ungkap Sudding lagi.

Dalam UU 30/2002 tentang KPK, lembaga antirasuah ini hanya bisa mengusut kasus suap yang melibatkan pejabat negara.

Bagaimana kalau tidak ada penyelenggara negaranya?

"Saya yakin pasti ada. Karena para kurir sudah ditangkap, tugas dan kewajiban KPK untuk membongkar siapa di balik kurir itu," katanya lagi.

Sesaat lalu, Rakyat Merdeka Online berusaha untuk menkonfirmasi hal tersebut kepada Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas. Tapi sambungan telepon tidak diangkat. Pesan singkat juga tidak dibalas. Selain menanyakan terkait dengan kasus apa rencana pemberian uang tersebut, yang menjadi tanda tanya saat ini adalah siapa pejabat negara yang terlibat. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya