Berita

Duet Puan-Jokowi Dinilai yang Disodorkan Taufik Kiemas

SELASA, 29 JANUARI 2013 | 09:13 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Saran yang selama ini disampaikan Ketua Deperpu PDI Perjuangan Taufik Kiemas agar Megawati Soekarnoputri tidak maju lagi dan sebaiknya memberikan tiket kepada anak muda dinilai beralasan. Meski memang, usulan itu lebih merepresentasikan watak Taufik yang realistis-pragmatis.

"Taufik Kiemas ini kan memang realistis-pragmatis. Artinya dia menyadari perlu secepatnya ada regenerasi. Karena kalau tidak secepatnya, masalah regenerasi tidak akan selesai," ujar pengamat sosial politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 29/1).

Apalagi, Taufik Kiemas ingin agar pada Pemilihan Presiden 2014 nanti jagoan PDIP menang. Karena dia tidak mau partainya jadi oposisi lagi. "Makanya harus ada di luar Mega yang kuat sosoknya," ungkap Syahganda.


Menurut Syahganda, sementara ini yang paling unggul di PDIP selain Mega adalah Puan Maharani dan Joko Widodo. Karena itu, kalau PDIP bisa mendapat suara 20 persen di Pemelihan Legislatif, bisa menduetkan dua tokoh tersebut.

"Puan capres. Jokowi cawapres," ungkap Syahganda yang menduga dua pasangan itu yang saat ini berada dalam bayangan Taufik Kiemas sebagai sosok muda alternatif agar tokoh tua tidak maju lagi.

Puan sebagai capres karena dia adalah 'pemilik' partai. Sementara Jokowi memiliki watak kerakyatan atau pro wong cilik yang menjadi simbol PDIP. Meski memang akan menyisakan problem kalau sampai Jokowi tidak menuntaskan masa jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta. "Tapi kalau dia memimpin Indonesia, pasti ikut menyelesaikan Jakarta," tekan Syahganda.

Syahganda menampik bahwa dua tokoh itu sama-sama berasal dari Jawa. Puan, kata Syahganda adalah berdarah Sumatera. Karena dia ikut garis darah ayahnya Taufik Kiemas yang berasal dari Palembang.

"Indonesia kan ikut garis bapak. Justru memberi kesempatan kepada luar Jawa untuk jadi presiden. Dia kan orang Palembang. Jadi Taufik Kiemas bukan soal nepotisme. Dia memberikan kesempatan luar Jawa," imbuhnya.

Tapi bukankah banyak orang yang meragukan Puan?

"Memang dari sisi kekurangan, disitulah dilemanya. Cumakan Indonesia tidak bisa terus menerus menunggu yang tua memberikan tranformasi. Karena yang tua tidak ikhlas. Makanya harus dipaksakan," ungkapnya.

Terakhir, masih kata Syahganda, betul bahwa pada pemilihan gubernur DKI Jakarta Taufik sempat tak mendukung Jokowi. Tapi, setelah pasangan muda yang memimpin Ibukota, semakin memantapkan Taufik Kiemas mendukung Jokowi memimpin di tingkat nasional.[zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya