Berita

taufik-mega

Terlalu Percaya Diri, Megawati Tak akan Mundur

SELASA, 29 JANUARI 2013 | 08:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penegasan Megawati Soekarnoputri pada acara peringatahan ulang tahun PDIP ke-40 di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu kemarin semakin meyakinkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu akan kembali maju pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

"Sampai saat ini kita lihat, dia memang akan maju terus," ujar pengamat sosial politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 29/1).

Menurutnya ada hal kenapa mantan Presiden itu ngotot untuk kembali maju. Pertama, Megawati bertipikal orang yang terlalu percaya diri. Karakternya itu terbentuk dari penderitaannya selama Orde Baru.


"Dia sebagai anak Sukarno teraniaya hidupnya sekian lama. Memang susah mengubah perwatakan Megawati. Jadi kalau dia sudah memutuskan itu, tak ada yang bisa mengubah," ungkap Syahganda.

Kedua, menurut Syahganda, ada dua kelompok di tubuh PDIP. Pertama loyalis Mega dan yang kedua, loyalis suaminya, Taufik Kiemas. Loyalis Mega lebih kuat dibanding loyalits Taufik Kiemas.

"Loyalis-loyalis Mega berhasil meyakinkan bahwa Mega saat ini mampu mengangkat partai kembali. Terbukti PDIP di survei-survei paling tinggi," ungkapnya.

Begitu juga dalam survei capres,  Mega masih diperhitungkan. Elektabilitasnya selalu berdekatan dengan Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. "Artinya Mega tinggi sekali," ungkapnya.

Apalagi kalau dibandingkan dengan figur-figur lain, seperti Hatta Rajasa, Wiranto, Aburizal Bakrie, dan Surya Paloh, Mega masih unggul. "Mega memang masih punya potensi untuk menang. Jadi wajar saja dia punya keinginan," tandas Syahganda.

Sebelumnya, pada acara peringatahan ulang tahun PDIP ke-40 di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kemarin, dia menegaskan, usia bukan halangan bagi seseorang untuk maju selama itu dikehendaki rakyat. "Jangan salah ya, calon presiden tua seperti saya juga siap bertempur," kata Mega yang saat ini sudah berusia 66 tahun.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya